Di pasar ponsel bekas, iPhone dengan label "WiFi Only" sering ditawarkan dengan harga jauh lebih murah.

Namun, penting diketahui bahwa Apple tidak pernah memproduksi iPhone versi WiFi Only seperti pada iPad.

>>> Sinopsis Wrath of Man di Bioskop Trans TV Hari ini 8 Juli 2026

Istilah ini biasanya merujuk pada iPhone yang fungsi selulernya tidak bisa digunakan. Penyebabnya bisa karena blokir IMEI, kerusakan hardware, atau hasil bypass iCloud.

Risiko Menggunakan iPhone WiFi Only

1. Ketergantungan Total pada WiFi.

iPhone ini tidak bisa menggunakan kartu SIM atau eSIM. Anda tidak bisa mengakses internet di luar jangkauan WiFi, dan harus bergantung pada tethering atau hotspot publik.

Tanpa WiFi, perangkat ini hanya menjadi iPod Touch mahal yang tidak bisa digunakan untuk navigasi Maps atau membalas pesan instan di jalan.

2. Tidak Bisa Telepon dan SMS.

Fungsi dasar ponsel hilang. Anda tidak bisa melakukan panggilan seluler atau mengirim SMS.

Ini masalah besar saat membutuhkan kode OTP dari bank atau aplikasi yang mewajibkan verifikasi via SMS.

3. Masalah Legalitas dan Blokir IMEI.

>>> Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 Resmi di Indonesia, Tablet AI dengan WPS Office PC Level

Di Indonesia, iPhone WiFi Only sering merupakan barang black market yang masuk ilegal. IMEI-nya tidak terdaftar di Kemenperin atau Bea Cukai, sehingga perangkat dianggap ilegal secara hukum.

4. Risiko Keamanan Data.

Jika perangkat merupakan hasil bypass, ada potensi celah keamanan yang bisa membahayakan data pribadi Anda.

5. Tidak Bisa Update iOS.

iPhone WiFi Only sering terkendala saat memperbarui sistem operasi karena masalah koneksi atau status perangkat yang tidak resmi.

6. Sulit Dijual Kembali.

Karena status ilegal dan keterbatasan fungsi, nilai jual kembali perangkat ini sangat rendah dan sulit mencari pembeli.

>>> Cari HP Midrange Selain Xiaomi 17T? Ini 3 Pilihan yang Tak Kalah Mantap

Sebelum membeli iPhone WiFi Only, pertimbangkan risiko-risiko di atas. Harga murah belum tentu sebanding dengan kerugian yang mungkin Anda alami.