Uni Emirat Arab telah keluar dari kuota produksi OPEC+ pada Mei lalu.

"Kami akan mencermati tanda-tanda awal pemulihan permintaan, terutama dari China.

Pasar sudah memperhitungkan banyak kabar positif dari sisi pasokan, sehingga arah pergerakan harga minyak selanjutnya akan bergantung pada apakah kondisi riil sesuai dengan optimisme yang berkembang," kata Waterer.

Sementara itu, OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, pada Minggu sepakat kembali menaikkan target produksi sebesar 188 ribu barel per hari mulai Agustus.

Sebelumnya, OPEC juga menyetujui kenaikan produksi dengan besaran yang sama untuk Juni dan Juli.

Di sisi lain, Arab Saudi memangkas official selling price (OSP) minyak mentah Arab Light untuk pengiriman Agustus ke Asia menjadi US$1,50 per barel di bawah rata-rata harga Oman/Dubai.

>>> Musim Liburan Tiba, Manfaatkan Promo 7.7 untuk Berburu Produk Kecantikan dan Kesehatan

Menurut pernyataan harga Saudi Aramco yang dirilis pada Senin (6/7), pemangkasan sebesar US$11 dibandingkan bulan sebelumnya itu menjadi yang terbesar dalam lebih dari dua dekade.