Harga minyak dunia mencatat kenaikan tipis pada perdagangan Jumat (4/7) menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 17 sen atau 0,24 persen menjadi US$72,10 per barel.

>>> BMKG: Es Abadi Puncak Jaya Papua Berpotensi Hilang Total Akhir 2026

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 14 sen atau 0,20 persen ke level US$68,83 per barel.

Pasar keuangan AS akan tutup dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan yang jatuh pada Sabtu (4/7), sehingga aktivitas perdagangan berlangsung lebih terbatas.

Pada perdagangan sebelumnya, kedua kontrak acuan sempat menyentuh level terendah sejak sebelum perang AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu.

Secara mingguan, pergerakan harga minyak juga relatif terbatas. Brent tercatat melemah 0,02 persen sepanjang pekan, sedangkan WTI naik tipis 0,12 persen.

Analis Kepala Pasar KCM Trade Tim Waterer mengatakan pelaku pasar masih menaruh harapan terhadap keberlanjutan proses perdamaian, meski belum melihat bukti nyata di lapangan.

>>> Cara Cek PKH Juli 2026 dan Besaran Dana Bantuan yang Diterima

"Ini adalah optimisme yang tetap berhati-hati.

Pasar ingin percaya bahwa upaya perdamaian akan bertahan, tetapi masih mengantisipasi berbagai kemungkinan hingga melihat bukti nyata di lapangan," ujar Waterer.

Di sisi lain, sejumlah negara mulai meningkatkan produksi minyak seiring kembali dibukanya Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sebelum konflik mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Produksi minyak Kuwait melonjak menjadi 1,65 juta barel per hari pada Juni dari 580 ribu barel per hari pada Mei, setelah negara anggota OPEC itu meningkatkan ekspor menyusul kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.

Selain itu, sedikitnya lima kapal tanker raksasa yang mengangkut sekitar 10 juta barel minyak Arab Saudi juga telah berhasil keluar dari Selat Hormuz.

>>> Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia 2026, Pecahkan Rekor Roger Milla

Di saat yang sama, Saudi Aramco dilaporkan mulai menerapkan sistem harga spot untuk mempercepat penjualan minyak ke pasar Asia.