FIFA mengambil keputusan kontroversial dengan mencabut skorsing kartu merah yang diterima Folarin Balogun. Pemain tersebut sebelumnya dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan.

Keputusan ini didasarkan pada Pasal 27 Kode Disipliner FIFA. Pasal tersebut dinilai kontroversial karena memungkinkan banding atas kartu merah dalam situasi tertentu.

>>> Nonton Film Moana (2026) Adaptasi Live-Action dari Film Animasi Disney

Akibat pencabutan skorsing, Balogun dapat tampil pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia. Padahal, seharusnya ia menjalani hukuman larangan bertanding.

Kritik dari Belgia dan UEFA

Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) dan UEFA menyuarakan kritik keras terhadap langkah FIFA. Mereka menuduh FIFA melanggar aturannya sendiri.

>>> Petugas Terus Pantau dan Bersihkan Junction Fire di Julian

Keputusan ini dinilai merusak integritas permainan. RBFA dan UEFA menegaskan bahwa aturan seharusnya diterapkan secara konsisten.

Perdebatan sengit pun muncul di kalangan pengamat sepak bola. Banyak yang mempertanyakan dasar hukum dan transparansi proses banding yang dilakukan FIFA.

>>> Sidang Pembunuhan May Millete: Kesaksian Selesai, Vonis Ditunggu Pekan Depan

Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik yang dilayangkan. Keputusan ini tetap menjadi sorotan utama di Piala Dunia 2026.