Dengan pabrik CPO ini, koperasi dapat memproduksi produk turunan seperti minyak goreng hingga minyak makan merah yang dijual kembali ke koperasi desa.

"Sebuah ironi jika masyarakat petani punya sawit, tapi mereka harus antre minyak goreng. Koperasi adalah instrumen untuk menjadikan tata niaga sawit lebih adil," tegas Menkop.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Muhammad Abdul Ghani, memaparkan bahwa pihaknya ditugaskan mengelola lahan seluas 850.000 hektar di kawasan hutan yang diambil alih Satgas PKH.

Lahan ini rencananya akan diperluas hingga 1,25 juta hektar.

Selain alokasi lahan plasma, PT Agrinas juga mengidentifikasi lebih dari 120.000 hektar sawit rakyat yang hubungan formalnya belum jelas untuk dihimpun ke dalam koperasi resmi.

Kerja sama ini juga mencakup pengembangan komoditas pertanian strategis lainnya guna mendukung ketahanan pangan dan swasembada energi nasional.

PT Agrinas merinci komitmen penanaman komoditas lain di lahan kelolaannya, meliputi 400.000 hektar kedelai, 250.000 hektar jagung, serta 300.000 hektar singkong sebagai bahan baku etanol.

>>> Generasi Muda Amerika Makin Kritis terhadap Israel, Netanyahu Prihatin

Sebagai proyek percontohan, PT Agrinas bersama koperasi akan memulai penanaman di lahan seluas 1.500 hektar di Sumatra Utara pada tahun ini.