Krisis keterjangkauan mobil baru di Amerika Serikat tidak hanya disebabkan oleh harga kendaraan yang melonjak.

Menurut analisis terbaru Cox Automotive, faktor utama justru berasal dari meningkatnya biaya hidup secara keseluruhan.

>>> Restomod Digital Alfa Romeo GT V6: Sentuhan Modern yang Kontroversial

Biaya perumahan, asuransi, bahan makanan, dan pinjaman semuanya naik signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Konsumen tidak lagi mengevaluasi pembelian mobil secara terpisah, melainkan harus mempertimbangkannya bersama tagihan bulanan lainnya.

Mobil Dasar Kini Setara Mewah

Erin Keating, analis eksekutif Cox Automotive, menekankan bahwa mobil modern menawarkan nilai lebih dibanding pendahulunya.

Fitur seperti pengereman darurat otomatis, cruise control adaptif, bantuan menjaga lajur, integrasi ponsel, dan layar infotainment besar kini menjadi standar.

Sepuluh tahun lalu, teknologi tersebut hanya tersedia di trim premium.

Cox mencontohkan Honda CR-V yang harganya naik hampir $10.000 dalam satu dekade, namun juga mengalami peningkatan fitur yang signifikan.

Meski demikian, analisis ini mulai menimbulkan kegelisahan.

>>> Pemburu Emas Tasmania Biayai Toyota Land Cruiser Prado dengan Emas Sungai

Pada 2016, produsen masih menawarkan banyak mobil murah seperti Honda Fit, Chevrolet Spark, Ford Fiesta, dan Nissan Versa.

Kini, kendaraan semacam itu nyaris tidak ada lagi.

Bahkan jika varian entry-level tetap tersedia, jumlah produksinya seringkali lebih sedikit dibanding versi yang lebih lengkap yang lebih disukai dealer.

Hal ini menyulitkan pemisahan antara permintaan konsumen dan strategi industri.

Cox tidak sepenuhnya salah. Kenaikan biaya hidup memang menekan daya beli.

Namun, jika industri otomotif ingin berdiskusi jujur tentang keterjangkauan, mereka harus mengakui peran mereka sendiri dalam mendorong pasar ke segmen yang lebih mahal.

>>> Jaguar Hentikan Produksi Tahun Lalu, Dealer Masih Punya Ratusan Stok

Mobil bukan satu-satunya penyebab dalam kisah keterjangkauan Amerika. Tapi, mobil juga bukan sekadar korban yang tidak bersalah.