Pemerintah Kota Bandung mempercepat penataan infrastruktur pendukung menjelang kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara.

Langkah ini diambil untuk memastikan operasional bandara berjalan lancar dan meningkatkan kenyamanan pengguna jasa penerbangan.

>>> Syarat Bahasa Inggris Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Dimudahkan, Kini Akui 35 Sertifikat Kampus Lokal

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan pembenahan prioritas meliputi perbaikan akses jalan, optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU), dan penataan fasilitas parkir di kawasan bandara.

"Bandara Husein saat ini kami fokus pada penyiapan infrastruktur dan sarana-prasarana pendukung, mulai dari perbaikan jalan, penerangan jalan umum, hingga fasilitas parkir.

Itu yang saat ini terus kami koordinasikan," ujar Farhan, Minggu (5/7/2026).

Farhan memperkirakan jumlah penumpang pada tahap awal operasional mencapai sekitar 3.000 orang per hari. Proyeksi ini berlaku untuk periode Juli hingga September 2026.

Menurutnya, jumlah tersebut masih di bawah kapasitas maksimal bandara sehingga proses operasional pada masa transisi dapat berlangsung lebih optimal.

>>> Resmi! Disdik Jabar Larang Siswa SMA/SMK Bawa Motor ke Sekolah

"Kami bergerak dengan asumsi jumlah penumpang pada tahap pertama ini sekitar 3.000 penumpang per hari.

Jadi bebannya belum terlalu berat, meskipun pada masa jayanya Bandara Husein mampu melayani 10.000 hingga 12.000 penumpang setiap hari," jelasnya.

Pemkot Bandung menargetkan Bandara Husein Sastranegara mulai melayani penerbangan berbagai jenis pesawat komersial berbadan sedang hingga pesawat sewaan pada Agustus 2026.

Beberapa tipe pesawat yang dipersiapkan antara lain Boeing 737-500, Airbus A320, pesawat berukuran kecil, serta private jet atau jet pribadi.

Kembalinya operasional bandara yang berada di pusat Kota Bandung ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

>>> Komdigi Gandeng Kampus Cetak Talenta AI untuk Perkuat Daya Saing Indonesia

Farhan menilai beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara akan meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor transportasi, perdagangan, pariwisata, hingga investasi di Kota Bandung.