PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya angkat suara terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi di unit bisnisnya, Tokopedia.

PHK tersebut dilakukan menyusul akuisisi TikTok sebagai pemilik saham mayoritas Tokopedia. Kabar yang beredar menyebut PHK mencapai 90 persen dari total karyawan.

>>> Polisi Hilang dalam Penggerebekan Narkoba di Kalteng Ditemukan Tewas

Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, menyatakan perseroan menghormati setiap langkah yang diambil manajemen Tokopedia terkait penyesuaian organisasi.

GoTo meyakini PHK tidak akan berdampak besar terhadap perseroan. Dampak disebut hanya terbatas pada akun laba/rugi bersih di entitas asosiasi dan ventura bersama.

Tokopedia juga menegaskan PHK tidak memengaruhi laba/rugi perusahaan maupun biaya layanan e-commerce yang diterima GoTo dari Tokopedia.

>>> Yoshinobu Yamamoto Bungkam Padres, Dodgers Menang 3-0

"Terkait aspek non-keuangan, perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material," ujar Simon.

Kabar PHK Tokopedia pertama kali muncul dari unggahan akun Instagram @ecommurz. Unggahan itu menyebut ByteDance, induk TikTok, hanya akan menyisakan sekitar 10 persen karyawan di awal Juli 2026.

TikTok membenarkan adanya penyesuaian organisasi riset dan pengembangan.

>>> Trump Jamin Israel Manut AS soal Iran: Netanyahu Tahu Siapa Bosnya

Langkah ini disebut untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis, komunitas kreator, dan penjual di platform.