Oracle dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 21.000 karyawan sepanjang tahun 2026.

Langkah ini dikonfirmasi oleh BBC, CNBC, dan Reuters sebagai bagian dari adopsi kecerdasan buatan (AI) yang masif.

>>> Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis untuk Alumni MagangHub 2025

Total PHK di sektor teknologi global pada 2026 mendekati angka 154.000 orang. Sebagian besar dipicu oleh restrukturisasi yang berfokus pada AI.

Investasi Infrastruktur AI Oracle

Di tengah PHK besar-besaran, Oracle bersiap menginvestasikan dana sebesar US$50 miliar untuk pembangunan infrastruktur AI baru.

>>> Khitan Holiday Jufi Tebar Manfaat pada Libur Sekolah

Langkah ini menunjukkan pergeseran strategi perusahaan menuju otomatisasi dan layanan berbasis AI.

PwC dalam laporannya menyebut pasar tenaga kerja global kini terbelah dua. Satu sisi didominasi oleh peran yang tergantikan AI, sementara sisi lain justru membutuhkan kolaborasi manusia-AI.

>>> Tinggalkan Smart Ring demi Fitbit Air, Saya Takkan Kembali

Indonesia diperkirakan akan merasakan dampak gelombang PHK AI dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Hal ini perlu diantisipasi oleh para pekerja dan pelaku industri di Tanah Air.