Trump Ubah Sistem Pinjaman Mahasiswa Federal, Berlakukan Batas Baru
Departemen Pendidikan AS menerapkan perubahan besar pada sistem pinjaman mahasiswa federal pada Rabu, 1 Juli 2026.
Kebijakan ini memperketat batas pinjaman dan merombak opsi pembayaran bagi jutaan warga Amerika.
>>> Rio Ferdinand Prediksi Manchester United Buru Aurelien Tchouameni
Perubahan ini berasal dari Undang-Undang One Big Beautiful Bill yang digagas Presiden Donald Trump, juga dikenal sebagai Undang-Undang Pemotongan Pajak Keluarga Pekerja, serta sejumlah perintah eksekutif terkait.
Menurut Kantor Bantuan Mahasiswa Federal, kebijakan ini memengaruhi portofolio utang mahasiswa nasional yang mencapai hampir $1,7 triliun dari sekitar 43 juta peminjam.
Batas Pinjaman Baru untuk Mahasiswa Pascasarjana dan Profesional
Berdasarkan aturan baru, mahasiswa pascasarjana yang mengejar gelar Master menghadapi batas pinjaman tahunan sebesar $20.500 dan batas seumur hidup $100.000.
Mahasiswa profesional di program seperti hukum atau kedokteran dibatasi hingga $50.000 per tahun dan $200.000 seumur hidup.
Sementara itu, pinjaman Parent PLUS kini dibatasi $20.000 per tahun dan $65.000 total.
Pemerintahan Trump juga menghapus program pinjaman Grad PLUS yang sebelumnya memungkinkan mahasiswa pascasarjana meminjam hingga total biaya kuliah.
Selain itu, Departemen Pendidikan menghentikan rencana SAVE (Saving on a Valuable Education) era Biden.
Sekitar 7 juta peminjam yang terdaftar diberi waktu 90 hari untuk beralih ke sistem pembayaran alternatif.
Opsi Pembayaran Baru dan Kekhawatiran Pakar
Peminjam baru kini harus memilih antara Rencana Pembayaran Standar Bertingkat yang berlangsung 10 hingga 25 tahun tergantung jumlah utang, atau Rencana Bantuan Pembayaran (RAP) yang baru.
Program RAP menetapkan tagihan bulanan antara 1% dan 10% dari pendapatan peminjam dengan minimum $10 per bulan, menawarkan pengurangan $50 per tanggungan, dan menghapus sisa saldo setelah 30 tahun.
Update Terbaru
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Berstatus Tanggap Darurat
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Taylor Swift Siapkan Banyak Gaun Pengantin, Terinspirasi dari Elizabeth Taylor
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Emina Glosszilla Lip Jelly Vinyl, Lip Cream Glossy Ringan dengan Efek Bibir Plumpy
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Sah! Ojol Resmi Jadi UMKM Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Laporan Etik AS: Trump Kantongi Rp21,5 T dari Bisnis Kripto Keluarga
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Terbuka Terima Kritik
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Pasokan Air Falls Lake Tetap, Satu Pengguna Didenda Akibat Pelanggaran Air
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Anthropic Rambah Bisnis Obat, Fokus pada Penyakit Terabaikan
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Boy Arnez Banjir Tawaran Klub Luar Negeri Usai Juara AVC Cup 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Toko Buku di Apex Tutup Akibat Kenaikan Sewa 64%, Bisnis Lain Terancam
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB






