Trump Ubah Sistem Pinjaman Mahasiswa Federal, Berlakukan Batas Baru
Kelompok advokasi dan pakar kebijakan menyatakan kekhawatiran bahwa aturan yang lebih ketat ini dapat meningkatkan angka gagal bayar dan menghalangi mahasiswa menyelesaikan gelar lanjutan.
>>> BRIN dan Rosatom Perkuat Kerja Sama SDM Nuklir Indonesia-Rusia
Sebaliknya, pejabat pendidikan berpendapat langkah ini akan melindungi wajib pajak dan memaksa universitas menurunkan biaya kuliah.
"Ini mungkin akan menjadi koreksi yang berlebihan," kata Clare McCann, direktur kebijakan di Pusat Pendidikan Pascamenengah & Riset Ekonomi (PEER).
"Kita bisa melihat implikasi terhadap akses mahasiswa."
Pejabat departemen menegaskan bahwa batasan ini diperlukan untuk mengekang pinjaman berlebihan di seluruh sistem pendidikan tinggi.
"Keterjangkauan adalah nama permainannya saat ini," kata Nicholas Kent, Wakil Menteri Pendidikan. "Batasan pinjaman ini akan memberi tekanan pada institusi untuk menurunkan biaya.
Kita harus menekan biaya pendidikan tinggi di negara ini."
Kent juga menekankan bahwa peminjam harus bertanggung jawab secara pribadi atas kewajiban keuangan mereka di bawah kerangka federal yang baru.
"Peminjam memiliki tanggung jawab sebagai seseorang yang mengambil pinjaman untuk melunasinya," kata Kent.
"Bukan tugas tetangga Anda untuk melunasi pinjaman Anda, itu tugas Anda, tetapi ada alat yang tersedia untuk membantu Anda memastikan pembayaran yang terjangkau."
Rencana pinjaman yang ada seperti ICR (Income-Contingent Repayment) dan PAYE (Pay As You Earn) akan tetap tersedia bagi peminjam saat ini hingga resmi dihapus pada Juli 2028.
>>> Gaya Hidup Urban Tingkatkan Risiko Penyakit, Pakar Penang Ingatkan Pentingnya Skrining Kesehatan
Selain itu, Departemen Pendidikan menawarkan diskon suku bunga satu poin persentase hingga 30 Juni 2028 bagi peminjam yang mendaftar pembayaran otomatis sebelum 30 September.
Update Terbaru
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Berstatus Tanggap Darurat
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Taylor Swift Siapkan Banyak Gaun Pengantin, Terinspirasi dari Elizabeth Taylor
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Emina Glosszilla Lip Jelly Vinyl, Lip Cream Glossy Ringan dengan Efek Bibir Plumpy
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Sah! Ojol Resmi Jadi UMKM Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Laporan Etik AS: Trump Kantongi Rp21,5 T dari Bisnis Kripto Keluarga
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Terbuka Terima Kritik
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Pasokan Air Falls Lake Tetap, Satu Pengguna Didenda Akibat Pelanggaran Air
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Anthropic Rambah Bisnis Obat, Fokus pada Penyakit Terabaikan
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Boy Arnez Banjir Tawaran Klub Luar Negeri Usai Juara AVC Cup 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Toko Buku di Apex Tutup Akibat Kenaikan Sewa 64%, Bisnis Lain Terancam
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB






