Veteran desainer game Josh Sawyer, yang dikenal sebagai sutradara Fallout: New Vegas, percaya bahwa pengembang harus melihat jauh melampaui video game saat menciptakan pengalaman yang berkesan.

Dalam diskusi YouTube baru-baru ini, direktur desain Obsidian Entertainment itu berargumen bahwa desain game terbaik mengambil inspirasi dari berbagai media artistik, termasuk drama Yunani, film, lukisan, sastra, dan musik.

>>> Sutradara Resident Evil: Film Reboot Ikuti Karakter 'Idiot', Bukan Super-Soldier

Menurut Sawyer, tujuan desain game bukan sekadar menciptakan mekanisme yang menyenangkan, tetapi membangkitkan emosi yang bermakna dan mendorong pemain untuk berpikir.

Menjawab pertanyaan tentang bagaimana inspirasi artistik masuk ke dalam proses desainnya, Sawyer menolak gagasan bahwa seni dan gameplay adalah tahap pengembangan yang terpisah.

Sebaliknya, ia mengatakan inspirasi harus tetap konstan sepanjang produksi.

Dalam video YouTube terbarunya, Sawyer menjelaskan, "Inti dari proses desain" adalah memahami bahwa "Anda mencoba membuat seseorang berpikir atau merasakan sesuatu tentang sesuatu" daripada sekadar menghibur mereka.

Drama Yunani dan Film Klasik Terus Membentuk Desain Game Modern

Salah satu contoh paling menonjol dari Sawyer berasal dari teater klasik.

Merenungkan dampak emosional dari penceritaan kuno, ia berkata, "Drama Yunani, mereka sudah luar biasa ribuan tahun yang lalu—mengapa tidak melihatnya?"

Ia berargumen bahwa pengembang game harus aktif mempelajari karya yang telah menguasai penceritaan emosional alih-alih membatasi diri pada tren game modern.

Sawyer mengungkapkan bahwa proyek-proyeknya sendiri telah meminjam inspirasi dari berbagai sumber artistik.

Saat mengembangkan ekspansi Honest Hearts untuk Fallout: New Vegas, ia melihat pada penulisan skenario Robert Bolt dalam Lawrence of Arabia dan The Mission untuk membentuk karakter dan dialog.