Mantan Penulis Utama Dragon Age: Eksekutif Game Memaksakan AI Terlalu Cepat
David Gaider, mantan penulis utama Dragon Age yang dikenal lewat karyanya di BioWare, angkat bicara mengenai penggunaan AI generatif di industri game.
Menurutnya, para eksekutif terlalu terburu-buru mengadopsi teknologi tersebut.
>>> Serikat Pekerja Xbox Peringatkan Microsoft Soal PHK Massal
Dalam wawancara dengan GamesRadar+, Gaider menyebut AI generatif belum siap digunakan secara luas. Ia menekankan bahwa teknologi ini justru menimbulkan lebih banyak masalah daripada solusi.
Gaider, yang kini ikut mendirikan Summerfall Studios, mengatakan dorongan penggunaan AI datang dari level eksekutif, bukan dari para pengembang yang akan menggunakannya.
"Ini belum siap untuk prime time. Banyak eksekutif yang sangat menginginkannya," ujarnya.
AI Lemah dalam Iterasi
Salah satu kelemahan terbesar AI menurut Gaider adalah kemampuannya dalam melakukan iterasi. Ia menjelaskan bahwa AI generatif sangat buruk dalam melakukan penyesuaian konsisten terhadap karya yang sudah ada.
Padahal, iterasi merupakan inti dari pengembangan game.
Gaider meragukan apakah AI benar-benar menghemat waktu, karena pengembang seringkali harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk memperbaiki hasil AI daripada membuat konten sendiri.
Ia juga mengkritik tren di mana AI diberi tugas kreatif sementara pengembang hanya bertugas membersihkan hasilnya.
>>> Nintendo Kembali Pilih Semua Dewan Direksi dalam RUPS Tahunan 2026
"AI diatur untuk melakukan pekerjaan penting dan pekerja di sekitar untuk 'membersihkan'," katanya.
Masalah Hukum dan Etika
Gaider menyoroti masalah hukum dan etika dari pelatihan AI yang menggunakan materi kreatif tanpa izin. Ia menolak argumen bahwa pencurian data diperlukan agar AI bisa bekerja dengan baik.
Ia juga memperingatkan bahwa aset AI sementara yang dibuat selama pengembangan awal bisa secara tidak sengaja masuk ke rilis final jika tim tidak berhati-hati.
Gaider khawatir adopsi AI yang berlebihan dapat merugikan generasi pengembang baru dengan menghilangkan pekerjaan entry-level yang biasanya menjadi tempat belajar.
Ia menyebut konsep yang dihasilkan AI sebagai "tidak berjiwa" dan penuh kesalahan.
Meskipun tidak sepenuhnya menolak AI di masa depan, Gaider menekankan perlunya regulasi yang lebih ketat dan implementasi yang bertanggung jawab.
>>> Karyawan Rockstar Games Dorong Pengakuan Serikat Pekerja Jelang Peluncuran GTA VI
Ia menegaskan bahwa sampai AI dilatih dengan materi yang legal dan tidak lagi dipandang sebagai jalan pintas, "AI harus diperlakukan seperti wabah yang mematikan."
Update Terbaru
11 Antagonis Anime yang Diinginkan Fans untuk Berpihak
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Naruto Akan Tampil dalam Pertunjukan Ninja Tanpa Dialog di Teater Bersejarah Kyoto pada 2027
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Obat Asma Umum Berpotensi Bantu Lawan Kanker, Studi Terbaru Ungkap
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Rekomendasi Sunscreen yang Memutihkan Wajah, dari Wardah hingga Anessa
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Parfum Murah di Indomaret untuk Hijabers, Wangi Segar Tahan Lama
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Rekam Jejak Samin Tan, Pengusaha Tambang yang Terjerat Kasus Korupsi BBM PT PPN
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Purbaya Minta Dirjen Anggaran Baru Bentuk Tim Awasi Belanja Negara
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Iran Peringatkan Israel: Ancaman terhadap Khamenei Akan Dibalas Tindakan Tegas
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Said Iqbal Minta Danantara Dorong Himbara Beri Modal Rp400 M ke PT Pakerin
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Projo Sebut Ada Kelompok Gelisah dengan Blusukan Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB






