Sebuah geyser air menyembur ke udara saat kapal angkut amfibi USS Juneau yang sudah dinonaktifkan terkena torpedo yang ditembakkan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.

Peristiwa itu merupakan bagian dari latihan penenggelaman kapal dengan tembakan langsung.

>>> Galaxy Watch Ultra 2 dengan Baterai 800mAh Bisa Redakan Kelelahan Mengisi Daya

Torpedo tersebut menjadi tembakan terakhir yang menenggelamkan Juneau awal bulan ini dalam latihan Valiant Shield, latihan dua tahunan yang melibatkan pasukan AS dan sekutu.

Demikian disampaikan Letnan Komandan Katie Koenig, direktur Biro Informasi Gabungan untuk latihan tersebut.

Sebelum torpedo, sebuah pesawat P-8A Poseidon Angkatan Laut AS menembakkan rudal AGM-84D Harpoon dan pesawat pengebom B-2 Spirit meluncurkan Rudal Anti-Kapal Jarak Jauh (LRASM) pada latihan 27 Juni.

Pasukan Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan operasi khusus AS juga telah merusak kapal tersebut secara berat.

USS Juneau ditenggelamkan sekitar 200 mil laut dari pantai Guam. Kapal ini mulai bertugas pada 1969 dan pernah berdinas selama Perang Vietnam.

Kapal tersebut juga terlibat dalam persiapan uji coba nuklir bawah tanah pada 1971, respons tumpahan minyak Exxon Valdez pada 1989, dan mengangkut Marinir selama Perang Teluk pada 1991.

Setelah hampir 40 tahun beroperasi, Juneau dinonaktifkan pada 2008. Militer AS telah lama menenggelamkan kapal-kapal yang sudah dinonaktifkan untuk menguji senjata dalam latihan tembakan langsung.

>>> Samsung Umumkan Varian, Harga, dan Diskon Galaxy M47 untuk India

Kapal lain yang ditenggelamkan termasuk USS Cleveland, yang terkena dua Rudal Serangan Presisi (PrSM) pada latihan 2024. Penenggelaman Cleveland menandai pertama kalinya rudal berbasis darat digunakan melawan kapal.