Pemerintah memastikan latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih tetap berlanjut.

Hal ini disampaikan meskipun lima peserta meninggal dunia selama pelatihan.

>>> Gaya 'Kembar' Mahalini dan Tasya Farasya Bawa Tas Hermes Langka Rp 1 Miliar

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengatakan proses pelatihan harus terus berjalan. Alasannya, kebutuhan tenaga manajer koperasi dinilai mendesak.

“Tentu karena proses ini sudah berlangsung dan memang tenaga manajer untuk Koperasi Merah Putih juga harus segera bekerja, sehingga pelatihan tetap jalan terus.

Tetapi masukkan dari berbagai pihak tentu diperhatikan,” kata Juri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2026).

Juri menambahkan pemerintah akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap penyelenggaraan program tersebut. Ia juga memastikan pemerintah membuka ruang terhadap berbagai masukan dari masyarakat.

Penyebab Kematian Peserta

Kelima peserta dilaporkan meninggal karena kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Penyebabnya meliputi heat stroke, tuberkulosis, hingga henti jantung.

>>> Metro 2039 Kembali ke Stasiun Bawah Tanah Moskow, Kembali ke Akar Horor Seri

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah memberikan penjelasan mengenai tujuan penyelenggaraan latsarmil.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menegaskan pelatihan bukan dimaksudkan untuk mencetak prajurit.

"Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat," kata Ketut di kantor Kemhan, Jakarta.

Ia menepis anggapan bahwa kegiatan fisik dan materi semi-militer bertujuan mengubah peserta menjadi anggota militer.

>>> NASA Luncurkan Misi Penyelamatan Teleskop Swift yang Tenggelam

Ketut menegaskan seluruh rangkaian pelatihan difokuskan untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi tekanan dalam menjalankan tugas sebagai pengelola koperasi.