Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga. Ayah tidak hanya dituntut mencari nafkah, tetapi juga hadir dalam pengasuhan dan pengambilan keputusan.

Pesan ini menjadi fokus dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Tahun ini, Harganas mengusung tema 'Ayah Wajib Hadir'.

>>> 9 Jam Kebakaran TPA Jatiwaringin, BPBD Minta Bantuan Helikopter BNPB

Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Reproduksi Kesehatan Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin, mengatakan tema tersebut lahir dari perubahan cara pandang terhadap pembangunan keluarga.

Kehadiran ayah tidak hanya diukur dari kemampuan ekonomi, tetapi juga keterlibatan aktif sehari-hari.

“Ketika pembangunan keluarga, ternyata kondisi yatim, pengasuhan keluarga bahwa peran ayah semakin berkurang.

Bahkan ada sekitar 25 persen yang kehadiran ayah tidak memiliki makna dalam sebuah keluarga,” ujar Wahidin dalam media briefing, Selasa (30/6).

Ia menambahkan, masih banyak ayah yang menganggap tugas utamanya selesai setelah mencari nafkah. “Ternyata salah kalau kita sebagai suami atau sebagai keluarga orientasinya hanya, 'pokoknya saya mencari nafkah'.

>>> Budayawan Lampung Ungkap Makna Prosesi Injak Kepala Kerbau Jokowi

Ternyata bukan itu yang dituntut oleh keluarga,” katanya.

Semangat 'Ayah Wajib Hadir' juga berkaitan dengan keterlibatan pria dalam kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

Ketua Tim Kerja Penyedia KB Pria Kemendukbangga/BKKBN, Raymond Nadeak, mengatakan tema ini menandai perubahan paradigma dari peran ayah yang pasif menjadi lebih aktif.

“Dengan mengusung tema ayah wajib hadir ini kita diharapkan ayah juga bisa berkontribusi dalam melakukan kontrasepsi atau keluarga berencana,” kata Raymond.

Keterlibatan ayah diharapkan membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

>>> Dune: Awakening Umumkan Pemeliharaan Hotfix 1.4.10.1 pada 1 Juli

Pembangunan keluarga tidak bisa lagi dipandang sebagai tanggung jawab ibu semata. Ayah harus ikut berpartisipasi di dalamnya.