Budayawan Lampung, Admi Syarif, mengungkapkan makna di balik prosesi menginjak kepala kerbau yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menerima gelar adat di Bandar Lampung, Sabtu (27/6).

Prosesi tersebut merupakan bagian dari tradisi sakral masyarakat Lampung yang telah berusia ratusan tahun, tepatnya dalam upacara begawi cakak pepadun.

>>> Dune: Awakening Umumkan Pemeliharaan Hotfix 1.4.10.1 pada 1 Juli

Cakak pepadun adalah prosesi pengangkatan seseorang saat memperoleh kedudukan adat tertinggi atau naik tahta sebagai peyimbang atau pemimpin adat.

Menurut Admi yang juga Dewan Pakar Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL), ritual ini melambangkan pembersihan sifat-sifat buruk seperti kesombongan, iri dengki, dan ketamakan.

Dalam bahasa Lampung, prosesi injak kepala kerbau disebut Mesol Kibau dan sudah dikenal sejak zaman nenek moyang.

Admi menjelaskan, kerbau memiliki kedudukan istimewa dalam budaya Lampung. Hewan ini sering menjadi ukuran dalam perhitungan adat maupun penyelenggaraan pesta besar.

"Kenapa kerbau? Kerbau dianggap sebagai binatang yang kuat dan besar.

>>> ESRB Listing Indikasikan Warhammer 40,000: Space Marine – Master Crafted Edition Akan Hadir di Nintendo Switch 2

Kita ingin menunjukkan bahwa orang Lampung itu kuat dan besar," kata Admi di Bandar Lampung, Selasa (30/6).

Ia menambahkan, menginjak kepala kerbau juga bermakna membuang hawa nafsu atau kebinatangan. "Hawa nafsu atau hawa kebinatangan itu harus dibuang, harus diinjak," ujarnya.

Admi menekankan bahwa ini adalah simbol, bukan kepercayaan atau agama. Prosesi tersebut sudah berlaku selama ratusan tahun.

Ia pun mempertanyakan mengapa prosesi yang dilakukan Jokowi menjadi ramai diperbincangkan, padahal tradisi ini sudah berlangsung lama.

Jokowi menerima gelar "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi adat Lampung di Kedatun Keagungan, Jalan Sultan Haji, Kota Bandar Lampung.

>>> Palworld 1.0 Akan Revamp Total Wildlife Sanctuaries, Pocketpair Konfirmasi

Dalam momen tersebut, Jokowi yang duduk di kursi dengan pakaian adat Lampung, menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah.