>>> Settingan Sensivitas FF ala Andra ST, Paling Enak Buat Headshot

Sebagian besar korban adalah Muslim Bosnia yang dibantai oleh pasukan Serbia yang lebih bersenjata, dan sebagian lagi oleh Kroasia.

Kesepakatan perdamaian Dayton yang ditengahi AS menghentikan pertumpahan darah pada akhir 1995 tetapi melembagakan politik etnis.

Kesepakatan itu membagi negara menjadi Federasi Bosnia-Kroasia dan entitas yang dikuasai Serbia bernama Republika Srpska.

Kantor utusan tinggi dibentuk untuk mengawasi perjanjian Dayton dan membimbing Bosnia menuju integrasi.

Misi itu sebagian besar gagal, meninggalkan negara yang sangat terpecah, dengan Republika Srpska di bawah pengaruh separatis Serbia Milorad Dodik.

Utusan tinggi Eropa berturut-turut enggan menggunakan kekuasaan mereka, tetapi Schmidt turun tangan tahun lalu untuk membatalkan tindakan separatis Dodik.

Intervensi ini menyebabkan pemimpin garis keras itu tersingkir pada September lalu.

Namun, pemerintahan Trump kemudian datang menyelamatkan Dodik.

AS secara tiba-tiba mencabut sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Biden terhadap Dodik dan rekannya karena korupsi dan retorika memecah belah.

Pada bulan-bulan berikutnya, putra presiden AS, Donald Trump Jr., mengunjungi kota utama Republika Srpska, Banja Luka. Setelah itu, Dodik memberikan persetujuannya terhadap pipa Southern Interconnection.

Hambatan yang tersisa untuk proyek ini termasuk keberatan Uni Eropa dan fakta bahwa sepertiga pipa akan dibangun di atas properti negara.

Kepemilikan tanah dan hutan Bosnia tetap menjadi masalah pascaperang yang rumit, karena Dodik bersikeras bahwa segala sesuatu di properti yang dikuasai Serbia adalah milik Republika Srpska, bukan negara Bosnia.

Seorang pejabat di Sarajevo menguraikan skenario yang mungkin terjadi di mana Landi, setelah menjabat, akan mengeluarkan undang-undang khusus yang membagi properti negara di antara entitas-entitas.