>>> Deretan Prestasi Reidel Toiran usai Bawa Indonesia Juara AVC Men's Cup

Pendry berhipotesis bahwa respons kucing yang sulit ditebak membuat manusia merasa dipilih ketika mendapatkan perhatian. "Karena perilaku mereka kurang dapat diprediksi, kita tetap terpikat, hampir seperti kecanduan," katanya.

Fenomena ini dalam psikologi dikenal sebagai intermittent reinforcement, di mana penghargaan yang datang secara tidak menentu membuat seseorang semakin sulit melepaskan diri.

Wajah Kucing Mengaktifkan Naluri Mengasuh

Manusia memiliki kecenderungan alami untuk merespons ciri-ciri fisik yang menyerupai bayi, seperti mata besar, kepala bulat, dan wajah mungil.

Karakteristik ini dikenal sebagai baby schema atau Kindchenschema.

Respons terhadap ciri-ciri tersebut berkembang melalui evolusi karena membantu manusia merawat bayi.

Banyak karakteristik itu juga dimiliki oleh anak kucing, sehingga memunculkan dorongan spontan untuk menggendong, membelai, atau melindungi mereka.

Kucing juga dikenal sebagai 'komedian' alami dengan perilaku spontan seperti berlari mengejar bayangan, melompat tanpa alasan, atau bersembunyi di dalam kardus.

Aktivitas bermain anak kucing tidak hanya menghibur tetapi juga melatih koordinasi tubuh.

Berinteraksi dengan kucing dapat menurunkan stres, mengurangi rasa kesepian, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

>>> Taktik Sabar Carlo Ancelotti Bawa Brasil Comeback Dramatis Atas Jepang

Suara dengkuran kucing dipercaya memberikan efek menenangkan, sementara mengelus bulunya memicu pelepasan hormon oksitosin yang membangun ikatan emosional.