Sony mulai membicarakan konsol generasi berikutnya dengan nada yang membuat calon pembeli harus bersiap merogoh kocek lebih dalam.

Meski belum mengumumkan harga resmi PS6, dalam sesi tanya jawab Game & Network Services, Sony secara terbuka membahas harga perangkat keras, profitabilitas, dan biaya komponen.

>>> PLN Siapkan PLTA Upper Cisokan Jadi Tulang Punggung Transisi Energi Indonesia

Pernyataan kunci muncul saat Sony ditanya apakah masuk akal untuk menganggap perangkat keras PlayStation generasi berikutnya akan tetap mengutamakan profitabilitas.

Jawaban Sony: “Tidak realistis bagi kami untuk menyerap seluruh kenaikan biaya komponen.”

Perusahaan juga menegaskan tidak berniat menjual perangkat keras dengan kerugian besar, seraya memantau pasar dan mengevaluasi pendekatan mereka.

Pernyataan itu merupakan bahasa korporat yang mudah diterjemahkan: biaya komponen tinggi, memori masih bermasalah, penyimpanan tidak kunjung murah, dan Sony tidak bersiap menanggung beban agar konsol bisa dijual murah.

Subsidi Konsol Mulai Ditinggalkan

Secara historis, produsen konsol bersedia menanggung sebagian biaya perangkat keras saat peluncuran, dengan harapan untung dari penjualan game, langganan, aksesori, dan potongan toko digital.

Model itu belum sepenuhnya hilang, tetapi asumsi bahwa konsol akan disubsidi besar-besaran semakin goyah.

Sony kini mengatakan dengan lebih halus bahwa perangkat keras harus masuk akal di atas kertas.

PS5 sendiri sudah mengalami kenaikan harga di berbagai wilayah. Kini komentar Sony soal PS6 dianggap sebagai peringatan dini.

Analis mulai memperdebatkan arti semua ini bagi PS6 dan perangkat keras Xbox berikutnya. Seorang analis memperingatkan bahwa “di atas seribu dolar adalah batas bawah” untuk generasi mendatang.

Mungkin itu terlalu dramatis, tetapi tidak bisa lagi dianggap sebagai omong kosong clickbait.