Pengguna PlayStation akan kehilangan akses ke ratusan film yang sebelumnya mereka beli.

Sony mengonfirmasi bahwa 551 film StudioCanal akan dihapus permanen dari perpustakaan video pelanggan mulai 1 September 2026.

>>> 10 Momen Terbaik Brook di One Piece yang Buktikan Ia Lebih dari Sekadar Musisi

Penghapusan ini terjadi karena perjanjian lisensi yang akan berakhir.

Sony menyatakan bahwa konten tersebut tidak dapat lagi diakses setelah hak lisensi habis, meskipun pelanggan telah membayar untuk film-film tersebut.

Mengapa Film yang Dibeli Dihapus?

Sony menghentikan layanan film dan TV di PlayStation Store pada tahun 2021. Perusahaan menyebut perubahan perilaku konsumen yang beralih ke platform streaming sebagai alasannya.

Meskipun pengguna masih bisa mengakses film yang sudah dibeli setelah layanan ditutup, Sony kini mengonfirmasi bahwa pengaturan tersebut tidak dapat dilanjutkan untuk judul StudioCanal yang terdampak.

Dalam pengumumannya, Sony menyatakan: "Anda tidak akan dapat menonton konten StudioCanal yang sebelumnya dibeli, dan konten tersebut akan dihapus dari perpustakaan video Anda."

Katalog yang terdampak mencakup 551 film, termasuk waralaba terkenal seperti The Terminator, Evil Dead, dan Hot Fuzz. Sony juga telah merilis daftar lengkap judul yang akan dihapus.

Perdebatan Kepemilikan Digital Kembali Mengemuka

Situasi ini memicu kembali perdebatan tentang kepemilikan digital dan lisensi.

Tidak seperti Blu-ray atau DVD fisik, pembelian digital umumnya dijual sebagai lisensi untuk mengakses konten, bukan kepemilikan permanen.

Model lisensi ini umum di toko digital untuk film, game, musik, dan perangkat lunak.

>>> Istri dan Anak Pesepakbola Ditemukan Meninggal 74 Jam Setelah Gempa Venezuela

Jika perjanjian lisensi berakhir atau hak distribusi berubah, penyedia mungkin kehilangan kemampuan untuk menawarkan konten yang sudah dibeli.