Meksiko tengah membangun jalur kereta sepanjang 303 kilometer yang disebut sebagai 'terusan darat' untuk mengatasi kemacetan di Terusan Panama.

Proyek bernama Koridor Interoseanik Isthmus Tehuantepec ini menghubungkan Salina Cruz di Samudra Pasifik dengan Coatzacoalcos di Teluk Meksiko.

>>> Trailer Cyberpunk: Edgerunners Season 2 Kembali ke Night City dengan Aksi Lebih Dahsyat

Jalur ini tidak memerlukan kunci air seperti Terusan Panama, sehingga dapat menghemat waktu dan menghindari keterlambatan akibat kekeringan.

Alternatif Saat Terusan Panama Tersendat

Pada 2023, kekeringan parah mengurangi kapasitas Terusan Panama hingga 30 persen, menurut American Geophysical Union.

Setiap kapal membutuhkan lebih dari 26 juta galon air tawar untuk melewati kunci air, yang juga diperlukan untuk kebutuhan kota di sekitarnya.

Koridor Meksiko menawarkan solusi dengan memindahkan kargo dari kapal ke kereta api, lalu kembali ke kapal di sisi lain.

Dampak Lingkungan dan Risiko Ekologis

Kereta api lebih ramah lingkungan dibanding truk, dengan emisi gas rumah kaca lebih rendah hingga 75 persen.

>>> Assassin's Creed Black Flag Resynced: Setia pada Asli, Namun Seperti Produk Baru

Namun, proyek ini juga mencakup 14 pusat industri yang berpotensi mengubah lanskap ekologis.

Dokumen risiko pemerintah memperingatkan terbentuknya 'lanskap industri perkotaan' yang mengancam air, tanah, dan satwa liar.

Komunitas adat di sepanjang jalur juga menyuarakan kekhawatiran tentang konsultasi dan hak atas tanah.

Kecelakaan kereta di Nizanda, Oaxaca pada Desember 2025 yang menewaskan 13 orang menambah sorotan terhadap aspek keselamatan.

>>> Crossed Hearts Lisensi 4 Manga BL Baru untuk Rilis Desember

Keberhasilan koridor ini tidak hanya diukur dari waktu tempuh, tetapi juga dari dampak sosial dan lingkungannya.