Alat ini hanya mampu menurunkan suhu kabin menjadi 49°C, atau reduksi 4°C dari kondisi dasar.

Meletakkan kain atau handuk putih di atas dashboard adalah metode paling tidak efektif, hanya menghasilkan suhu internal 50°C.

Meski demikian, pelindung interior tetap berharga karena mampu melindungi permukaan yang disentuh tangan.

Setir yang terlindung dari sinar langsung bisa turun suhunya hingga 26°C, perbedaan antara mobil yang bisa langsung dikendarai dan yang membakar telapak tangan.

Kaca film pada jendela belakang memberikan penurunan signifikan pada suhu permukaan belakang.

Dalam uji, jok belakang mobil tanpa kaca film mencapai 57°C, sedangkan yang berpendingin tetap di 48°C.

Warna cat juga berperan. Panel bodi mobil hitam mencapai 65°C, sementara mobil putih hanya 44°C.

Perbedaan ini terbawa ke kabin, dengan mobil hitam mencatat 53°C dan putih 48°C.

>>> Touring Superleggera Veloce12 Aperta: Ferrari 550 Targa dengan V12 Manual

Para ahli merekomendasikan kombinasi sunshade kaca depan berkualitas tinggi dengan kaca film belakang, serta selalu membuka ventilasi mobil sejenak sebelum menyalakan AC untuk membuang udara panas.