Samsung Electronics, produsen chip semikonduktor terbesar di dunia, mengumumkan rencana investasi sebesar KRW 2.665 triliun (sekitar $1,72 triliun) di Korea Selatan.

Investasi ini akan digunakan untuk mempersiapkan infrastruktur menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dan memperkuat daya saing di berbagai sektor industri.

>>> Sapi Terlupakan di Pulau Terpencil Bertahan 130 Tahun, Ilmuwan Terpesona

Rincian Investasi Berdasarkan Wilayah

Samsung membagi investasi tersebut ke dalam dua kategori utama: KRW 2.030 triliun (~$1,32 triliun) untuk memperluas pusat manufaktur semikonduktor di Pyeongtaek dan Kompleks Industri Nasional Yongin.

Sisanya, KRW 625 triliun (~$405 miliar), dialokasikan untuk ekosistem teknologi di wilayah Chungcheong, Honam, dan Yeongnam.

Untuk wilayah Honam, Samsung mengalokasikan KRW 425 triliun (~$275,5 miliar).

Di Gwangju Semiconductor Cluster, perusahaan akan membangun pabrik semikonduktor baru dan pusat inovasi berbasis Digital Twin untuk peralatan rumah tangga pintar.

Samsung SDS, divisi pengembangan perangkat lunak, akan memimpin konsorsium membangun Solasido AI Data Center untuk menciptakan ekosistem AI mandiri bagi sektor pertahanan, keuangan, dan publik Korea Selatan.

Samsung C&T akan berinvestasi dalam produksi hidrogen berbasis nuklir dan proyek tenaga surya, serta penelitian pengembangan pembangkit listrik hidrogen hijau.

Perusahaan juga berencana membangun pusat logistik global di Gochang, Jeonbuk.

>>> Peneliti Temukan Mekanisme Baru di Balik Manfaat Kesehatan Kopi

Untuk wilayah Chungcheong, Samsung mengalokasikan KRW 140 triliun (~$90,8 miliar).

Sekitar KRW 56 triliun ($36,3 miliar) digunakan untuk memproduksi memori bandwidth tinggi (HBM) di pabrik Cheonan dan Onyang.

Perusahaan juga akan menginvestasikan KRW 67 triliun ($43,4 miliar) untuk memproduksi panel OLED lipat generasi berikutnya dan panel mikro-display resolusi ultra-tinggi untuk perangkat AR, MR, dan VR di Asan.

Samsung SDI akan membangun pabrik induk baterai generasi berikutnya di Cheonan, sementara Samsung Electro-Mechanics akan mendirikan lini produksi substrat kemasan server AI di Sejong.

Di wilayah Yeongnam, Samsung mengalokasikan KRW 60 triliun (~$38,9 miliar) untuk transformasi proses manufaktur berbasis AI dan robotika.

Di Gumi, perusahaan akan mendirikan pusat manufaktur ponsel global serta fasilitas untuk manufaktur robot fisik AI dan humanoid.

Di Busan, produksi komponen elektronik seperti kapasitor keramik multilayer (MLCC) untuk perangkat seluler dan otomotif akan diperluas.

>>> Beasiswa LPDP Batch II Dibuka Besok, Catat Jadwal Seleksi dan Aturannya

Di Geoje dan Ulsan, Samsung berencana berinvestasi dalam manufaktur baterai solid-state, Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS), dan teknologi perkapalan canggih.