Hewan terpanjang di Bumi, cacing bootlace Lineus longissimus, ternyata menghasilkan racun yang cukup kuat untuk membunuh kecoak dan kepiting.

Racun itu ditemukan dalam lendir yang melapisi tubuh cacing tersebut.

>>> OnePlus Amazon Prime Day 2026: Diskon Smartphone, Tablet, dan Audio

Ulf Göransson, seorang farmakognosis dari Universitas Uppsala di Swedia, mengatakan bahwa racun pertama kali terdeteksi pada lendir cacing bootlace yang memegang rekor sebagai hewan terpanjang di dunia.

Cacing ini dapat mencapai panjang hingga 55 meter, lebih panjang dari kolam renang Olimpiade.

Lendir yang menutupi tubuh cacing berbau seperti besi atau limbah. Lapisan licin itu mengandung protein beracun kecil yang disebut nemertides.

Göransson dan timnya juga menemukan racun serupa pada 16 spesies cacing bootlace lainnya.

Temuan ini dipublikasikan pada 22 Maret di jurnal Scientific Reports.

Nemertides yang baru dijelaskan menyerang saluran kecil di dinding sel yang mengontrol pergerakan natrium masuk dan keluar sel.

Banyak proses penting, termasuk komunikasi antar saraf, bergantung pada aliran yang benar melalui struktur ini, yang dikenal sebagai saluran natrium berpintu tegangan.

Dalam pengujian, suntikan kecil salah satu nemertide secara permanen melumpuhkan atau membunuh kepiting hijau invasif (Carcinus maenas) dan kecoak muda (Blattella germanica).

Bryan Grieg Fry dari Universitas Queensland di Australia, yang mempelajari evolusi racun hewan, mengatakan studi ini sangat baru karena cacing laut sebagian besar diabaikan dalam penelitian bisa.

Berbeda dengan cacing tanah, sekitar 1.300 spesies cacing bootlace, juga disebut cacing pita, tidak memiliki tubuh bersegmen.

>>> Cara Cek Desil Kemensos 2026 dengan NIK KTP, Ketahui Anda Masuk Desil Berapa

Beberapa ilmuwan mengklasifikasikan hewan ini dalam filum mereka sendiri, Nemertea. Cacing bootlace memiliki otak tetapi tidak memiliki paru-paru.