Supergirl harus bersusah payah untuk bisa terbang tinggi ke puncak panggung box office Amerika Utara pada pekan perdana penayangannya.

Adaptasi komik yang mengisahkan petualangan luar angkasa sepupu Superman tersebut mencatatkan awal di bawah target dengan meraup US$38 juta dari 3.600 bioskop domestik, serta US$68 juta secara global.

>>> BE:FIRST Akhirnya ke Jakarta, Tampil di LaLaLa Festival 2026

Angka debut tersebut berada jauh di bawah target awal pihak studio yang membidik kisaran US$50 juta hingga US$55 juta di akhir pekan.

Variety pada Minggu (28/6) memberitakan lemahnya performa di pekan pertama ini memicu kekhawatiran besar bagi studio, mengingat ketatnya kompetisi di puncak musim panas serta ulasan penonton yang terbelah berpotensi mengikis daya tahan film ini di bioskop.

Terlebih, film baru arahan sutradara Craig Gillespie yang dibintangi Milly Alcock ini menelan biaya produksi fantastis mencapai US$170 juta, belum termasuk anggaran pemasaran yang masif.

Dengan skema pembagian pendapatan bioskop, film itu diperkirakan butuh mengantongi setidaknya US$375 juta untuk mencapai titik impas, meskipun sumber internal menyebut US$300 juta sudah cukup bagi Supergirl untuk balik modal.

Toy Story 5 Masih Perkasa

Lesunya performa Supergirl membuatnya gagal menggeser dominasi Toy Story 5 milik Disney dan Pixar yang kembali bertakhta di posisi puncak box office.

Pada pekan kedua penayangannya, animasi legendaris tersebut masih perkasa dengan mengantongi US$70 juta setelah mengalami penurunan standar sebesar 55 persen dari debutnya yang masif sebesar US$160 juta.

Hanya dalam waktu 12 hari, seri kelima Toy Story ini telah mengumpulkan US$297 juta secara domestik dan US$585 juta di seluruh dunia, menjadikannya kandidat kuat film terlaris tahun ini sekaligus berpotensi memecahkan rekor waralaba yang sebelumnya dipegang Toy Story 4 dengan US$1,07 miliar.