Pelatih tim nasional Korea Selatan, Hong Myung-Bo, resmi mengundurkan diri setelah timnya gagal melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan menyusul berakhirnya perjalanan Taeguk Warriors di fase grup.

Dalam pernyataannya, Hong menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Korea Selatan yang telah memberikan dukungan sepanjang turnamen. Ia menegaskan bahwa keputusan mundur diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas hasil yang tidak sesuai harapan.

"Saya benar-benar meminta maaf kepada masyarakat Korea yang telah mendukung tim ini. Hari ini saya memutuskan untuk mundur," ujar Hong.

Ia mengakui sejak awal memahami bahwa menangani tim nasional bukanlah tugas yang mudah. Meski demikian, sejak menerima jabatan tersebut, seluruh fokusnya diarahkan untuk menjalankan tanggung jawab hingga akhir.

"Mengambil tugas ini tidak akan pernah menjadi pilihan yang mudah. Namun sejak menerimanya, fokus saya hanya menjalankan tanggung jawab sebaik mungkin sampai selesai," katanya.

>>> Hampir Semua Negara Bagian AS Alami Kekeringan, Hanya Lima yang Bebas

Mengambil Tanggung Jawab atas Hasil Tim

Hong juga menyadari tidak seluruh keputusan yang diambil selama memimpin Korea Selatan berakhir dengan hasil positif. Menurutnya, setiap kebijakan tetap dibuat demi kepentingan terbaik tim.

"Saya tidak akan mengatakan semua keputusan yang saya buat sudah benar. Dalam posisi pelatih, penjelasan apa pun tidak akan mengubah hasil yang telah terjadi."

"Karena itu saya memilih berdiri di sini untuk bertanggung jawab, bukan mencari alasan. Saya gagal memenuhi harapan publik dan tanggung jawab itu sepenuhnya berada pada saya sebagai pelatih," ujarnya.

Langkah Korea Selatan Terhenti di Fase Grup

Korea Selatan menutup fase grup dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan. Mereka membuka turnamen lewat kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, tetapi kemudian menelan kekalahan dari Meksiko dan Afrika Selatan.

Perolehan tersebut tidak cukup membawa Korea Selatan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Mereka finis di luar delapan besar klasemen peringkat ketiga sehingga harus mengakhiri kiprah lebih cepat.

Semifinal 2002 Masih Menjadi Prestasi Terbaik

Hingga kini, pencapaian tertinggi Korea Selatan di Piala Dunia masih bertahan saat menembus babak semifinal pada edisi 2002 ketika menjadi tuan rumah bersama Jepang. Kegagalan di Piala Dunia 2026 membuat tim tersebut kembali harus menunda ambisi mengulang prestasi bersejarah tersebut.