Kendaraan berukuran besar seperti truk pikap dan SUV menjadi penyebab utama meningkatnya angka kematian pejalan kaki di Amerika Serikat.

Investigasi terbaru dari The New York Times menemukan bahwa jumlah kematian pejalan kaki melonjak 75 persen sejak kendaraan besar mulai mendominasi jalanan sekitar tahun 2009.

>>> Mobile Legends x Street Fighter 6: Skin Kolaborasi Resmi Rilis 3 Juli

Lonjakan ini berarti ribuan pejalan kaki tewas yang seharusnya bisa selamat jika tertabrak mobil yang lebih kecil.

Para ahli menyoroti dua masalah utama: kendaraan besar memiliki titik buta yang lebih luas, dan kap mesin yang lebih tinggi membuat tabrakan lebih mematikan.

Tinggi Kap Mesin dan Titik Buta

Rata-rata tinggi kap mesin kendaraan saat ini mencapai lebih dari tiga kaki, atau sekitar 91 sentimeter.

Chevy Silverado 2021 memiliki tinggi kap mesin 47 inci, jauh di atas pusat gravitasi rata-rata orang.

Ford F250 yang lebih mahal bahkan mencapai 55 inci.

Pilar A yang lebih lebar untuk keselamatan saat terguling juga memperbesar titik buta, mengurangi visibilitas pengemudi saat belok kiri.

Dampak Fisik yang Mematikan

Saat tertabrak sedan rendah, pejalan kaki biasanya terlempar ke kap mesin yang dirancang menyerap benturan.

>>> Minecraft: Red Rabbits Juara MCC Pride 2026, Kumpulkan Donasi Amal

Namun, truk modern dengan kap mesin setinggi empat kaki menghantam pusat gravitasi dan melemparkan korban ke aspal.

Benturan kepala bisa langsung membunuh, dan jika tidak, korban akan terseret ke bawah roda.

Analisis NYT menunjukkan pergeseran ke kendaraan lebih tinggi menyebabkan sekitar 3.000 kematian tambahan dari 2016 hingga 2024.

Angka itu kemungkinan lebih rendah karena tidak termasuk kecelakaan di tempat parkir, yang menewaskan ratusan orang setiap tahun.

Setiap kenaikan satu inci tinggi kap mesin meningkatkan risiko kematian pejalan kaki sebesar 2,8 persen.

Peneliti federal dari Volpe Center sudah memperingatkan masalah ini sejak 2022, namun peringatan mereka diabaikan.

>>> Innalillahi! Asmara Gen Z Makin Hancur, Inilah Acara TV serta Link Terbaik Hari ini 29 Juni 2026

Angie Byrne, mantan pegawai Volpe Center, mengatakan tidak ada pengakuan sama sekali terhadap masalah tersebut.