Peringatan: Artikel ini mengandung bocoran alur cerita Devil May Cry season 2.

Netflix telah merilis musim kedua Devil May Cry, dan para penggemar setia mungkin akan terkejut dengan akhir yang menggantung.

>>> Bianca Censori dan Kanye West Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Topeng di Versailles

Dengan jeda hanya satu tahun antara musim pertama dan kedua, kemungkinan musim ketiga sudah di depan mata, meskipun belum ada pengumuman resmi.

Musim kedua berakhir dengan banyak pertanyaan tentang masa depan para pemburu iblis. Bagaimana akhirnya?

Berikut penjelasannya.

Kekalahan Argosax dan Campur Tangan Mundus

Sepanjang musim, Dante dan Vergil bekerja sama untuk mengalahkan iblis dewa bernama Argosax. Vergil membuka portal ke Makai (neraka) dengan rencana melemparkan monster itu ke dalamnya.

Namun, Vergil ikut masuk dan Dante menyusul tepat sebelum portal tertutup.

Sesampainya di Makai, mereka tidak langsung melawan Argosax. Raja Mundus muncul dan menantang Argosax.

Mundus mengungkapkan bahwa ia dulu merebut takhta dari Argosax, sehingga kedua iblis dewa itu memiliki dendam lama.

Saat mereka bertarung, Dante dan Vergil berusaha memisahkan liontin dari pedang ayah mereka untuk menutup penghalang antar dunia.

Mundus akhirnya mengalahkan Argosax dengan memenggal kepalanya. Namun, iblis-iblis bawahan Mundus muncul untuk menghalangi Dante dan Vergil mengambil pedang.

Pengkhianatan Sparda yang Sebenarnya

Mundus mencoba memenangkan hati Vergil dengan mengatakan bahwa ia selalu menginginkan yang terbaik untuknya. Membunuh ibunya dan melatihnya menjadi mesin pembunuh adalah "perlu untuk membersihkan kelemahan manusianya".

Mundus kemudian mengungkapkan bahwa Sparda, ayah para saudara, bukanlah penyelamat umat manusia seperti yang selama ini dipercaya. Sebaliknya, Mundus-lah yang mengkhianati Sparda.