Mundus menceritakan bahwa ia menggulingkan Argosax dengan bantuan Sparda, yang menginginkan ketertiban, bukan kekacauan. Namun, ketika Mundus menjadi paranoid, Sparda berbalik melawannya.

Mereka bertarung hingga Sparda memenjarakan Mundus di Makai.

Dante tidak senang dengan pengungkapan ini karena menunjukkan bahwa ayahnya memenjarakan Mundus demi kepentingannya sendiri, bukan untuk menyelamatkan manusia.

Hal ini mempertanyakan citra Sparda sebagai pahlawan.

Pertarungan Dante dan Vergil

Ketika Dante membantah Mundus, raja iblis itu mengajak Vergil untuk kembali ke Bumi dan memerintah bersama. Vergil menolak.

>>> Rekaman Panggilan Penjara Taylor Parker dengan Putrinya Terungkap

Mereka berdua kemudian berjuang menuju pedang Sparda yang menjadi kunci untuk menghentikan semua ini.

Dante menyarankan untuk menutup penghalang sekarang dan kembali lagi nanti untuk menghadapi Mundus. "Aku tidak bisa kehilanganmu," katanya.

Namun, Vergil tidak mendengarkan. Ia memilih untuk mempertahankan kekuatan itu agar bisa mengendalikan Makai tanpa Mundus.

Pertengkaran pun terjadi, dan Vergil menusuk Dante dengan pedangnya.

Akhir yang Tak Terduga

Vergil kemudian melontarkan Dante ke langit menuju portal. Ia melemparkan liontin itu kepada Dante, yang menangkapnya sehingga portal tertutup.

Mundus mencoba mengejar, tetapi terlambat. Portal menutup, menjebak Mundus di Makai sementara Dante selamat kembali ke Bumi.

Vergil berkata kepada Mundus, "Semua yang kau katakan tentang manusia itu benar. Aku berterima kasih kau membersihkan kebusukan mereka, tetapi sayangnya, kau membunuh ibuku."

Vergil tidak berniat bersatu dengan Mundus, tetapi ia juga tidak berniat menjadi pahlawan. Ia menyatakan, "Makai akan menyerbu Bumi dengan aku sebagai raja mereka."

Mundus menjawab, "Kau lebih mirip ayahmu daripada yang kau kira. Mari kita lihat apakah kau bisa berhasil di mana dia gagal."