Seorang pria berusia 32 tahun asal Illinois, Amerika Serikat, menggugat sebuah platform taruhan olahraga online di pengadilan federal Chicago pada 24 Juni 2026.

Gugatan tersebut menuduh bahwa platform tersebut menggunakan algoritma adiktif yang memperburuk gangguan judi parah yang dideritanya.

>>> Navy Cari Marinir yang Hilang di Lepas Pantai California

Penggugat, Dane Miller, mengklaim bahwa platform tersebut justru membongkar perlindungan pengguna dan malah menargetkannya dengan insentif loyalitas setelah ia menderita kerugian finansial besar.

Kerugian yang dialami Miller mencapai lebih dari $2 juta.

Dampak Finansial dan Kesehatan Mental

Menurut dokumen pengadilan, kerugian tersebut mengakibatkan habisnya tabungan pribadi, dana pensiun, dan modal pernikahan Miller.

Ia juga kehilangan pekerjaannya pada September 2024.

>>> Ribuan Rumah Terancam Banjir Akibat Naiknya Permukaan Laut di Prancis

Pada Oktober 2024, Miller harus dirawat di rumah sakit darurat karena tekanan mental berat dan keinginan bunuh diri.

Setelah itu, ia berhasil menyelesaikan program perawatan intensif rawat jalan pada akhir tahun yang sama.

Gugatan ini menuntut ganti rugi kompensasi dan hukuman untuk biaya medis, kehilangan pendapatan, serta tekanan emosional.

>>> Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Jalin Kerja Sama dengan CTARSA Foundation

Selain itu, gugatan juga meminta perubahan sistemik dalam cara platform taruhan digital memantau dan mengelola perilaku pengguna.