Gelombang Panas Landa Eropa Timur, Puluhan Juta Warga Terancam
Puluhan juta warga di Eropa bagian timur bersiaga menghadapi suhu ekstrem pada akhir pekan ini. Gelombang panas mulai bergerak dari barat ke timur.
Meski suhu di Eropa barat diperkirakan sedikit menurun pada Minggu (28/6), peramal cuaca Jerman memperingatkan rekor suhu baru masih mungkin terjadi.
>>> Rahasia Atasi Mesin Cuci Bergoyang dan Berisik di Rumah Tanpa Panggil Tukang Servis
Analisis AFP menunjukkan hampir 200 juta orang menghadapi suhu di atas 35 derajat Celsius pada Sabtu (27/6).
Gelombang panas ini telah memecahkan rekor di Inggris, Prancis, dan Swiss.
Dampak di Berbagai Negara
Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan negaranya mengalami jumlah kematian yang lebih tinggi dari biasanya akibat gelombang panas.
Spanyol melaporkan 212 kematian terkait gelombang panas dalam empat hari terakhir. Rumah sakit di Paris mencatat kunjungan ke IGD naik 36 persen pada 26-27 Juni.
Wina melaporkan layanan gawat darurat 15 persen lebih sibuk dan terpaksa menambah staf. Pesta jalanan dan festival musik dibatalkan di Prancis, Jerman, dan Belanda.
Layanan Cuaca Jerman (DWD) mengeluarkan peringatan merah untuk sebagian besar negara pada Sabtu. Mereka mencatat suhu tertinggi sepanjang masa 41,5 derajat Celsius di Jerman timur.
>>> 3 Sandal Crocs Diskon 70 Persen di Sports Station, Bisa Hemat Ratusan Ribu!
Denmark mencatat suhu tertinggi sepanjang masa 37 derajat Celsius di dua lokasi dekat Aarhus. Rekor itu hanya bertahan satu jam.
Republik Ceko mencatat suhu 40,8 derajat Celsius di utara Praha. Layanan cuaca setempat memperkirakan puncak panas pada Minggu dengan suhu mendekati atau melebihi 41 derajat.
Swiss memecahkan rekor hari terpanas Juni untuk hari ketiga berturut-turut pada Sabtu, dengan suhu 39 derajat Celsius di Basel.
Di Prancis, beberapa wilayah diperkirakan mengalami penurunan suhu pada Minggu menjadi 24 derajat dari sebelumnya 37 derajat. Paris diturunkan dari peringatan merah menjadi oranye.
Para ilmuwan menyebut gelombang panas berulang sebagai tanda pemanasan global akibat pembakaran bahan bakar fosil. Fenomena 'kubah panas' dari Afrika Utara disebut sebagai penyebabnya.
Rumania menjadi negara terbaru yang mengeluarkan peringatan merah, berlaku hampir di seluruh negara dari Senin hingga Rabu. Slovakia juga mengeluarkan peringatan serupa.
>>> Gunung Kawi di Kota Apa? Viral Isu Pesugihan Artis dan Pejabat
Republik Ceko, Hongaria, dan Moldova berada dalam siaga tertinggi untuk akhir pekan ini. Negara-negara Balkan juga bersiap menghadapi ancaman serupa.
Update Terbaru
Harga Emas Pegadaian 28 Juni 2026 Naik, Cek Daftar Lengkap Galeri 24, Antam, dan UBS
Minggu / 28-06-2026, 12:37 WIB
Portugal Lolos dari Grup K Piala Dunia 2026, Tapi Bukan Favorit Juara
Minggu / 28-06-2026, 12:29 WIB
Prabowo Targetkan BUMN Tersisa 250 Perusahaan dari 1.000 Entitas
Minggu / 28-06-2026, 12:28 WIB
Prabowo Dorong Penguatan Riset Nasional Demi Wujudkan Swasembada Pangan dan Energi
Minggu / 28-06-2026, 12:28 WIB
Prabowo Ingin Rangkul PDIP, Megawati Tersandung Nama Gibran
Minggu / 28-06-2026, 12:28 WIB
Santunan Kemenhan Rp50 Juta untuk Keluarga Manajer Kopdes Dinilai Lebih Kecil dari Denda
Minggu / 28-06-2026, 12:28 WIB
Inggris Hadapi Kongo di 32 Besar, Thomas Tuchel Tengil: Semua Orang Menikmatinya
Minggu / 28-06-2026, 12:27 WIB
Harry Kane Sah Jadi Raja Gol Inggris di Piala Dunia, Rekor Legendaris Ini Tumbang
Minggu / 28-06-2026, 12:27 WIB
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 12:22 WIB
Prabowo: Kampus Tempat Kebebasan Akademis, Bukan Kebebasan Lain-lain
Minggu / 28-06-2026, 12:22 WIB
Diskon Jumbo Kulkas dan Mesin Cuci di Transmart Full Day Sale Hari Ini
Minggu / 28-06-2026, 12:21 WIB
Klasemen Akhir Peringkat 3 Terbaik: Aljazair ke 32 Besar, Iran Pulang
Minggu / 28-06-2026, 12:21 WIB
Prabowo Targetkan BUMN Tersisa 250 Perusahaan Tahun Ini
Minggu / 28-06-2026, 12:21 WIB
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Jauhi Haaland dan Mbappe
Minggu / 28-06-2026, 12:21 WIB






