Blok plastik daur ulang menawarkan alternatif material tradisional seperti semen yang emisinya perlu dikurangi.

Conceptos Plásticos mengklaim materialnya telah digunakan di lebih dari 600 sekolah dan rumah, dengan luas bangunan lebih dari 430.000 kaki persegi di Amerika Latin dan Afrika.

in1

UNICEF bermitra dengan perusahaan ini di Pantai Gading untuk mengubah sampah plastik lokal menjadi ruang kelas murah dan tahan lama.

UNICEF melaporkan 262 ruang kelas telah dibangun, 1.441 ton plastik didaur ulang, dan 13.100 anak bersekolah melalui program tersebut.

Meski menjanjikan, blok plastik daur ulang bukan solusi universal. Rumah tetap membutuhkan lahan, fondasi, atap, instalasi listrik, pipa, inspeksi, dan desain sesuai iklim setempat.

Pembeli harus meminta sertifikasi, uji struktur, data keamanan kebakaran, dan bukti ketahanan jangka panjang.

UNICEF menyatakan batu bata yang digunakan di ruang kelas Pantai Gading telah diolah dengan bahan tahan api dan laporan independen menyatakan tidak beracun sebelum uji coba.

Plastik tidak menyerap air seperti material tradisional, sehingga cocok untuk daerah lembab atau rawan banjir.

>>> Dompet Dhuafa Dorong Pendidikan Anak Yatim Lewat Pendampingan Berkelanjutan

Namun, panas, sinar UV, kode bangunan lokal, aturan asuransi, dan perawatan tetap menentukan keandalan sistem ini.