>>> Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Dinilai Rapuh, INDEF Wanti-wanti Bisa Melambat pada Kuartal II

Diikuti BHAT sebesar 6,02 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 4,21 poin, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 3,62 poin, dan PT MPRO sebesar 2,14 poin.

in1

Di sisi lain, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang memangkas indeks sebesar 25,04 poin.

Selanjutnya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 24,31 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 14,58 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 14,02 poin, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 13,22 poin.

Saham Paling Aktif dan Kinerja Sektoral

Dari sisi aktivitas perdagangan, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menjadi yang paling aktif berdasarkan nilai transaksi dengan total Rp18,51 triliun atau 21,06% dari total nilai perdagangan saham selama sepekan.

Di bawahnya terdapat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp5,55 triliun, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp5,26 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp5,08 triliun, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp4,88 triliun.

Sementara berdasarkan volume perdagangan, saham ARCI memimpin dengan transaksi 16,85 miliar saham, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 15,45 miliar saham, DSSA 5,88 miliar saham, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 4,67 miliar saham, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 4,35 miliar saham.

Pelemahan IHSG turut menyeret mayoritas indeks sektoral.

Sektor bahan baku (basic materials) mencatat penurunan terdalam sebesar 11,19%, disusul sektor industri 7,41%, energi 6,34%, barang konsumsi siklikal 6,09%, serta transportasi dan logistik 5,21%.

>>> Indomaret Kembali Hadirkan Produk Pokémon, Bidik Pasar Merchandise

Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan dengan kenaikan 2,22%.