Di layar ponsel, jepitan rambut, bando, gelang, gantungan kunci, boneka mungil, hiasan Natal, dan charm warna-warni berjejer rapi.

Semua itu adalah karya Grace, perempuan yang kini dikenal sebagai Oma Kiyowo.

in1

>>> Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan Damai Usai Serangan Baru

Nama 'Kiyowo' diambil dari bahasa Korea 'gwiyeowo' yang berarti lucu atau imut. Sebutan itu melekat karena menggambarkan isi lapak Grace.

Grace memulai peruntungan dengan siaran langsung di TikTok. Awalnya ia hanya menampilkan barang tanpa muncul di layar, sehingga akunnya terkena pembatasan.

Anaknya memberi ultimatum: jika benar-benar ingin berjualan, ia harus berani tampil muka. Sejak itu, Grace mulai memberanikan diri, meski gugup dan belum paham cara kerja media sosial.

Lima tahun berlalu, dari rumahnya di Tangerang, Grace masih berjualan lewat live, dibantu anaknya. Usianya sudah di atas 60 tahun, meski ia enggan menyebut angka pasti.

Berjualan untuk Tetap Produktif

Bagi Grace, berjualan bukan sekadar mencari uang. Ia melihatnya sebagai cara untuk tetap bergerak, berpikir, dan merasa berguna di usia lanjut.

"Lansia itu enggak harus selalu duduk diam, enggak bikin apa-apa. Walaupun sudah umur, harus tetap produktif," kata Grace kepada CNNIndonesia.

com.

Kedekatan dengan dunia jual-beli sudah tumbuh sejak kecil. Saat sekolah, ia sering membantu pamannya berjualan barang kelontong.

Sebelum menjadi Oma Kiyowo, Grace sempat bekerja kantoran. Setelah pensiun, ia tidak ingin hari-harinya habis hanya untuk duduk diam.

Lewat berjualan, ia harus mengingat nama barang, mengenali karakter produk, menjawab pertanyaan pembeli, dan mengikuti alur transaksi di media sosial.

"Jadi membantu melatih otak," ujarnya.

Tantangan dan Dukungan Keluarga