Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM Tak Berwenang

Kuasa hukum Muhammad Kerry Adrianto Riza, Heru Widodo, mempersoalkan penggunaan analisis LSM Siar Nusantara dalam putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
Analisis itu dijadikan dasar untuk menambah beban uang pengganti kerugian negara menjadi Rp13,4 triliun.
>>> CNN Indonesia Resmi Buka Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026
Heru menilai Siar Nusantara tidak memiliki kedudukan konstitusional seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, lembaga itu tidak berwenang menghitung kerugian negara.
"Maka menurut kami, ya Siar ini enggak berwenang untuk menyatakan atau men-declare terjadi kerugian perekonomian negara.
Tapi ini, ya, ketidakadilannya justru digunakan oleh majelis hakim banding," kata Heru di Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Dalam putusan banding, PT DKI Jakarta memperberat hukuman uang pengganti Kerry dari Rp2,9 triliun menjadi Rp13,4 triliun.
Artinya, bertambah Rp10,5 triliun.
Heru menegaskan perhitungan Siar Nusantara hanya berdasarkan perkiraan dan tidak pernah menyebut tanggung jawab Kerry sebesar itu.
Ia juga menyebut nilai sewa kapal oleh Pertamina tidak sampai Rp1 triliun.
>>> Aparat Bubarkan Massa Aksi di Surabaya, Belasan Ditangkap
"Sewa kapal saja enggak sampai Rp1 T, nggak sampai segitu banyak. Kerugian perekonomian negara yang sangat tidak masuk akal.
Karena inilah, kami tentu tidak akan pernah bisa menerima dengan pertimbangan seperti itu," ucap Heru.
Heru juga mempertanyakan laporan Siar yang hampir sama dengan audit BPK dan hanya mencakup periode 2018–2023.
Menurutnya, laporan itu sebenarnya untuk menganalisis dugaan pelanggaran Permen ESDM, bukan untuk membebani kliennya.
Sebelumnya, PT DKI Jakarta menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Kerry atas dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018–2023.
Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim Budi Susilo pada Rabu (10/6/2026).
>>> 15 Perusahaan di RI Diduga Jadi Sponsor WNA di Markas Judol Hayam Wuruk
Majelis hakim menyatakan Kerry terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai dakwaan primer jaksa. Pihak Kerry pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.
Update Terbaru
Pengaturan Google Maps Tersembunyi Ini Akhirnya Mengatasi Masalah Baterai Saya
Jumat / 26-06-2026, 23:15 WIB
Puisi sebagai Saksi: Imaji Puitis dan Politik Kesaksian di Iran
Jumat / 26-06-2026, 23:15 WIB
Cara Cek Status NIK KTP Penerima Bansos PKH dan BPNT di Desil 2026
Jumat / 26-06-2026, 23:14 WIB
PowerToys Bakal Punya Fitur Baru untuk Pindah Antar Jendela dalam Satu Aplikasi
Jumat / 26-06-2026, 23:11 WIB
Gaya Bruna Biancardi Nonton Debut Neymar di Piala Dunia 2026, Pakai Korset Sepatu Bola
Jumat / 26-06-2026, 23:11 WIB
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
Jumat / 26-06-2026, 23:06 WIB
Prima Salam Kembali Tampil di Acara Gerindra Usai Ramai Desakan Tes Urine
Jumat / 26-06-2026, 23:06 WIB
LaVar Ball Digugat Kontraktor Akibat Tunggakan Renovasi Rumah dan Lapangan Basket
Jumat / 26-06-2026, 22:51 WIB
Bunnie XO Samakan Pernikahan dengan Jelly Roll Seperti di Penjara
Jumat / 26-06-2026, 22:51 WIB
Andy Cohen Menangis di Acara Langsung Kenang Staf Bravo yang Meninggal
Jumat / 26-06-2026, 22:50 WIB
Orangtua di Michigan Didakwa Membunuh Anak 7 Tahun yang Bobotnya 255 Pon
Jumat / 26-06-2026, 22:49 WIB
Bos BMW M dan Kepala Desain Sepakat: Mobil Impian Mereka adalah M1 Modern
Jumat / 26-06-2026, 22:49 WIB
Protes Perwira Militer Israel, Netanyahu Disuruh Mundur Saat Wisuda
Jumat / 26-06-2026, 22:49 WIB
Kemenhub Siapkan Formula Baru Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Jumat / 26-06-2026, 22:49 WIB






