Dengan cara ini, mimpi secara aktif membentuk ulang realitas.

Cara pembentukan ulang ini bergantung pada individu.

in1

Peneliti menemukan bahwa orang yang cenderung melamun secara acak melaporkan mimpi yang lebih terfragmentasi dan sering berubah—seperti kumpulan sketsa kecil yang tersebar sepanjang malam.

Sementara itu, orang yang menganggap mimpi penting melaporkan pengalaman mimpi yang lebih kaya dan lebih imersif.

Dunia luar juga memengaruhi isi mimpi. Selama lockdown COVID-19, mimpi menjadi lebih intens secara emosional dan sering merujuk pada batasan atau keterbatasan.

Seiring krisis berlanjut dan pembatasan berakhir, jenis mimpi ini pun memudar.

Ini menunjukkan bahwa konten mimpi berevolusi seiring adaptasi psikologis kita terhadap peristiwa besar dalam hidup.

Dengan menggabungkan pengumpulan data skala besar dan kecerdasan buatan, para ilmuwan telah membuat lompatan maju dalam penelitian mimpi.

>>> Mensesneg Pastikan Latihan Militer Tetap Berjalan Meski Ada Korban Jiwa

Ternyata, mimpi bukan sekadar refleksi masa lalu, melainkan proses dinamis yang dibentuk oleh siapa kita dan apa yang kita alami.