Selain memperkuat armada drone, Korea Selatan juga memperluas sistem pertahanan anti-drone.

Teknologi laser dan gelombang mikro akan menjadi bagian dari sistem pertahanan tersebut untuk menghadapi ancaman pesawat nirawak musuh.

in1

Langkah tersebut dipicu oleh insiden pada 2022 ketika lima drone Korea Utara berhasil memasuki wilayah udara Korea Selatan.

Salah satu drone bahkan sempat memasuki zona larangan terbang di sekitar kantor kepresidenan di Seoul.

Peristiwa itu menjadi sorotan karena militer Korea Selatan telah mengerahkan jet tempur dan helikopter serang, namun tidak satu pun drone berhasil dijatuhkan.

Sejumlah analis menilai kemampuan drone Korea Utara berkembang melalui kerja sama militer dengan Rusia.

Kemitraan tersebut dinilai mempercepat penguasaan taktik peperangan berbasis drone, termasuk melalui pengalaman yang diperoleh ribuan tentara Korea Utara yang dikirim ke Rusia dan terlibat dalam konflik di Ukraina.

Pada hari yang sama, Korea Utara mengumumkan uji coba rudal balistik taktis yang diawasi langsung oleh Kim Jong-un.

>>> Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik 5 Tahun, INDEF: Beban Bergeser ke APBN

Sebelumnya, Kim juga kembali menegaskan bahwa pengembangan senjata nuklir akan terus dipercepat dan menyebutnya sebagai "cara paling benar dan unik" untuk menghadapi situasi global yang semakin tidak stabil.