Selain itu, POPSI menilai rencana kenaikan pungutan ekspor CPO menjadi 12,5 persen untuk mendukung program B50 berpotensi memengaruhi pembentukan harga CPO domestik yang menjadi acuan harga tandan buah segar (TBS).

>>> Apple Dikabarkan Lewati M6 Pro dan Max, Fokus ke M7 untuk AI

in1

Organisasi tersebut menilai kondisi itu dapat berdampak pada harga yang diterima petani meskipun harga CPO dunia sedang berada pada tingkat yang relatif tinggi.

Peneliti Universitas Padjadjaran yang terlibat dalam kajian bersama Traction Energy Asia, Dr. Yayan Satyakti, mengatakan pembahasan mengenai B50 sebaiknya tidak hanya dipandang dari sisi pelaksanaan atau penolakannya, tetapi juga dari aspek keberlanjutan.

Menurut dia, implementasi B50 yang tidak disertai reformasi struktural berpotensi meningkatkan beban fiskal, memberikan tekanan terhadap harga komoditas turunan sawit, mendorong ekspansi lahan baru, serta memperpanjang utang karbon.

Sebaliknya, apabila dikombinasikan dengan peningkatan produktivitas kebun rakyat, pemanfaatan bahan baku alternatif seperti minyak jelantah, serta penerapan fleksibilitas campuran biodiesel, kebijakan tersebut dinilai dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

Yayan juga mendorong pemerintah mengevaluasi kembali formulasi Harga Indeks Pasar (HIP) Biodiesel dan mekanisme penetapan harga CPO setelah dikurangi berbagai pungutan yang menjadi dasar pembentukan harga TBS.

Menurutnya, mekanisme tersebut perlu ditinjau agar harga yang diterima petani lebih mencerminkan kondisi pasar.

Selain aspek harga, kajian Traction Energy Asia juga memproyeksikan kebutuhan tambahan lahan hingga 3,22 juta hektare serta potensi utang karbon selama 122 tahun apabila kebutuhan bahan baku B50 dipenuhi melalui pembukaan lahan baru tanpa peningkatan produktivitas.

POPSI menambahkan bahwa petani saat ini juga menghadapi kenaikan biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya tenaga kerja, hingga biaya perawatan kebun.

Organisasi tersebut menilai penurunan harga TBS di tengah meningkatnya biaya produksi dapat memengaruhi kesejahteraan petani.

Atas dasar itu, POPSI meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi B35 dan B40 sebelum memutuskan penerapan B50 secara nasional.

Evaluasi tersebut diharapkan mencakup dampaknya terhadap harga TBS, keberlanjutan Dana BPDP, kemampuan fiskal pemerintah, daya saing ekspor sawit Indonesia, inflasi komoditas turunan sawit, serta kesejahteraan petani.

>>> China Mulai Bangun Kunci Kapal Terbesar di Dunia di Sungai Yangtze

Menurut POPSI, program biodiesel diharapkan tetap mampu mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memberikan manfaat bagi seluruh pelaku industri sawit, termasuk petani sebagai penyedia bahan baku utama.