SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, mengumumkan proyek mega konstelasi satelit kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama Starmind.

Proyek ini disebut sebagai yang paling ambisius dibandingkan proyek berlabel 'Star' lainnya seperti Starship, Starbase, Starlink, Starshield, dan Starfall.

in1

>>> Rute dan Jadwal KRL Jogja-Solo 26 Juni 2026, Tarif Rp8.000

Starmind dirancang sebagai pusat data orbital yang memanfaatkan energi matahari yang hampir terus-menerus tersedia di luar angkasa.

Menurut Musk, satelit-satelit ini akan mengubah kemampuan manusia dalam mengembangkan komputasi dengan biaya operasional dan pemeliharaan yang rendah.

SpaceX menargetkan konstelasi Starmind akan memiliki satu juta satelit, berpotensi 100 kali lebih besar dari Starlink saat ini.

>>> Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat Kemensos 2026 Diumumkan, Ini Cara Ceknya

Musk menggambarkan proyek ini sebagai langkah awal menuju peradaban Tingkat II Kardashev, yaitu peradaban yang mampu memanfaatkan seluruh energi bintangnya.

Tema 'Star' kini menggantikan konvensi penamaan lama SpaceX yang menggunakan nama burung pemangsa seperti Falcon, Merlin, dan Kestrel.

>>> Polisi Orlando Luncurkan Program Drone sebagai Responden Pertama

Mesin generasi terbaru penggerak Starship masih mempertahankan tradisi tersebut dengan nama Raptor.