Sudirman Said: Kerusakan Tata Kelola Ancam Ekonomi Nasional
Ia menyebut keberadaan KPK, PPATK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Komisi Yudisial, hingga Mahkamah Konstitusi sebagai hasil reformasi yang semestinya menjadi fondasi bagi pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Menurut Agus, kemunduran tata kelola terjadi ketika prinsip integritas tidak lagi menjadi prioritas dalam penyelenggaraan negara.
Ia menyoroti maraknya praktik nepotisme dan korupsi yang dinilai masih terjadi di berbagai sektor.
>>> Garam Mana yang Paling Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi
"Kehancuran tata kelola bermula dari kepemimpinan yang mengabaikan integritas.
Dewasa ini seakan tidak ada lagi yang memperhatikan Tap MPR tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.
Nepotisme terjadi di mana-mana, korupsi di semua lapis dan sektor," ujarnya.
Agus juga menyoroti posisi Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi yang masih tertahan pada skor 34.
Menurutnya, capaian tersebut tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Brunei, dan Malaysia, bahkan berada di bawah Timor Leste.
Dari sisi ekonomi, persepsi korupsi yang tinggi dapat memengaruhi kepercayaan investor dan menurunkan daya saing nasional.
Berbagai studi menunjukkan bahwa negara dengan tingkat transparansi yang lebih baik cenderung memiliki biaya transaksi yang lebih rendah, iklim usaha yang lebih sehat, serta kemampuan lebih besar dalam menarik investasi jangka panjang.
Dalam diskusi tersebut, Agus menilai revisi Undang-Undang KPK yang mengubah posisi kelembagaan KPK menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap melemahnya upaya pemberantasan korupsi dan penurunan persepsi integritas publik.
Meski menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi saat ini, Sudirman tetap optimistis Indonesia memiliki kemampuan untuk melakukan koreksi.
Ia menilai sejarah menunjukkan bangsa Indonesia berulang kali berhasil keluar dari berbagai krisis melalui pembaruan kepemimpinan dan penguatan institusi.
Sebagai solusi, Sudirman menawarkan tiga model kepemimpinan yang dinilai penting untuk memperbaiki tata kelola sekaligus mendukung pembangunan ekonomi jangka panjang.
Ketiganya adalah kepemimpinan institusional yang menempatkan aturan di atas kepentingan kekuasaan, kepemimpinan kolektif yang mencegah pemusatan wewenang, serta kepemimpinan intrinsik yang berlandaskan nilai dan integritas.
>>> Kesaksian Tim SAR Gempa Venezuela: Dengar Teriakan di Bawah Reruntuhan
Menurutnya, kombinasi ketiga model tersebut diperlukan untuk memulihkan kepercayaan publik, memperkuat kualitas institusi negara, serta menciptakan iklim usaha yang lebih sehat bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri nasional.
Update Terbaru
Bacaan Doa Hari Asyura 10 Muharram untuk Memohon Ampunan dan Keselamatan dari Allah SWT
Kamis / 25-06-2026, 19:04 WIB
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
Kamis / 25-06-2026, 19:00 WIB
Pemerintah Mulai Pendataan Pegawai Hotel Sultan untuk Pemetaan Pemberdayaan
Kamis / 25-06-2026, 19:00 WIB
Download Nonton Film Tanah Runtuh (2026) di Bioskop Bukan LK21: Angkat Perjuangan Keluarga di Tengah Konflik Poso
Kamis / 25-06-2026, 19:00 WIB
Perjalanan Asmara Rizky Irmansyah dari Afnan Feby hingga Chika Yenalovy
Kamis / 25-06-2026, 18:59 WIB
Cara Dapat Diskon 30% untuk Dua Moda Transportasi Umum Sepanjang 2026
Kamis / 25-06-2026, 18:56 WIB
5 Sistem Informasi untuk Tingkatkan Produktivitas di 2026
Kamis / 25-06-2026, 18:56 WIB
Link Anak vs Ibu Handuk Putih Viral di TikTok Bikin Penasaran, Ini Fakta di Balik Video yang Beredar
Kamis / 25-06-2026, 18:49 WIB
Harga Asli Pertamax Dibuka ke Publik, DPR: Harusnya Rp 19.000-Rp 20.000!
Kamis / 25-06-2026, 18:49 WIB
Profil Ginka Febriyanti Ginting yang Masuk Jajaran Komisaris Pertamina Retail: Umur, Agama, IG dan Riwayat Organisasinya
Kamis / 25-06-2026, 18:45 WIB
Kantongi Pendanaan US$11,3 Juta, Floq Perluas Bisnis ke Stablecoin hingga Tokenisasi
Kamis / 25-06-2026, 18:45 WIB
DPR Apresiasi Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Kamis / 25-06-2026, 18:45 WIB
Brantas Abipraya Kebut PSN Bendungan Bulango Ulu, Progres Tembus 94,99%
Kamis / 25-06-2026, 18:45 WIB






