Gelombang panas melanda Paris, namun di peragaan Louis Vuitton, hawa sejuk terasa berkat gulungan ombak yang menjadi latar belakang koleksi Spring-Summer 2027.

Bukan ombak palsu di layar LED, halaman Cité Internationale Universitaire de Paris disulap menjadi pantai dengan ombak buatan setinggi delapan meter dan lebar 37 meter.

in1

>>> Tom Holland Panggil Zendaya dengan Nama Tengahnya, 'Maree'

Air mengalir dari atas, sementara gulungan ombak membentuk terowongan tempat para model muncul sebelum melangkah ke catwalk berlapis pasir asli.

Ombak tersebut merepresentasikan tema kreasi Pharrell sebagai direktur kreatif busana pria Louis Vuitton, yang terinspirasi budaya selancar sebagai gaya hidup universal.

Menurut Pharrell, laut dan pantai adalah ruang kebersamaan, sementara air melambangkan kehidupan dan hubungan dengan alam.

Saat bulan muncul di langit senja Paris, para model keluar dari jantung ombak raksasa, menciptakan keseimbangan antara komunitas peselancar dan alam.

Pharrell menghubungkan nilai peselancar dengan sosok dandy modern khas Louis Vuitton melalui siluet elegan namun santai.

Setelan berpotongan rapi dipadukan dengan tekstur tenunan tangan, detail laut, dan sentuhan bohemian pesisir.

Craftsmanship Louis Vuitton berpadu dengan teknologi modern, menghasilkan tailoring untuk pria urban yang luwes antara kota dan pantai.

Pharrell mengenang masa kecilnya di Virginia Beach, di mana ia terobsesi dengan air setelah kepalanya terbentur akuarium.

>>> 4 Pilihan Cushion Mini, Solusi Praktis Touch-Up di Mana Saja

Koleksi 79 set busana ini memadukan material wetsuit teknis dengan kain tailoring performa tinggi.

Karakter pakaian peselancar yang usang akibat cuaca diolah kembali secara artisan menjadi busana mewah dengan dimensi baru.

Teknik trompe l'oeil kembali hadir, memanipulasi tekstur dan bentuk untuk menciptakan ilusi optik.