Karena kebutuhan dasar tetap terpenuhi, sebagian anak muda kehilangan dorongan untuk segera mencari pekerjaan.

Orang tua yang pernah mengalami masa-masa sulit juga cenderung lebih memaklumi keputusan anak untuk beristirahat sementara atau "rebahan" di rumah.

in1

Dalam sejumlah kasus, kondisi tersebut berkembang menjadi isolasi sosial.

Sebagian anak muda memilih menghabiskan waktu di rumah selama bertahun-tahun, lebih banyak berinteraksi melalui internet, hingga perlahan menarik diri dari kehidupan sosial.

Perubahan sikap masyarakat juga turut berperan.

Jika dahulu menganggur dalam waktu lama dan bergantung pada orang tua dianggap memalukan, kini masyarakat Hong Kong dinilai lebih menerima pilihan tersebut.

Fenomena jeda karier atau menganggur sementara di antara dua pekerjaan menjadi semakin lazim sehingga mendorong lebih banyak anak muda memilih gaya hidup NEET.

Para ahli memperingatkan semakin lama seseorang berada di luar dunia pendidikan maupun pekerjaan, semakin besar risiko munculnya masalah kesehatan mental dan menurunnya kemampuan bersosialisasi.

Selain itu, membiarkan sejumlah besar tenaga kerja muda tidak produktif dalam waktu lama dinilai sebagai pemborosan sumber daya manusia yang dapat menekan produktivitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Hong Kong pun mulai membahas berbagai langkah untuk mengatasi fenomena NEET, mulai dari memperbaiki struktur industri, menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, hingga membangun kembali budaya kerja yang positif.

>>> Xiaomi Buka Pre-Order Mesin Kopi Portabel Mijia

Pemerintah menilai penyelesaian masalah ini tidak cukup hanya dengan mendorong anak muda mencari pekerjaan, tetapi juga memerlukan perubahan kebijakan yang menyeluruh.