Memuji anak adalah cara sederhana untuk menunjukkan dukungan dan menghargai perilaku mereka. Namun, tidak semua pujian berdampak positif.

Pujian yang berlebihan, terlalu umum, atau membandingkan dengan orang lain justru bisa membuat anak sombong dan sulit menerima kritik.

in1

>>> Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia usai Swiss Hajar Kanada 2-1

Orang tua perlu tahu cara memuji yang tepat agar anak tumbuh percaya diri tanpa merasa lebih baik dari orang lain.

1. Fokus pada Perilaku, Bukan Label Anak

Berikan pujian spesifik pada tindakan atau usaha anak, misalnya "Ibu suka cara kamu membereskan meja makan, terima kasih sudah membantu."

Hindari label seperti "Kamu anak yang rajin" atau "Kamu hebat".

Dengan begitu, anak memahami bahwa yang dihargai adalah perilaku spesifik, bukan sekadar identitasnya.

2. Pastikan Pujian Benar-benar Tulus

Jangan memberikan pujian jika tidak sungguh-sungguh. Anak bisa merasakan ketidaktulusan dari nada suara atau ekspresi orang tua.

Pujian yang dibuat-buat mengurangi makna apresiasi dan membuat anak kurang percaya. Misalnya, saat hasil gambar anak asal-asalan, jangan memuji berlebihan.

>>> Live Report: Skotlandia vs Brasil di Piala Dunia 2026

Katakan saja, "Kamu sudah berusaha, ya. Ibu lihat kamu menggambar banyak hal."

3. Hindari Pujian yang Terlalu Melebih-lebihkan

Kalimat seperti "Ini gambar terbaik di dunia!"

mungkin terdengar menyenangkan, tetapi jika terlalu sering, anak bisa kehilangan kemampuan menilai realitas atau takut tidak memenuhi ekspektasi tinggi.

4. Biasakan Mengapresiasi Proses dan Usaha

Fokus pada usaha, bukan hanya hasil akhir. Daripada "Hebat, nilai 100!"

, lebih baik katakan "Ibu bangga akan usaha kerasmu dalam belajar dan latihan soal."

Anak pun memahami bahwa proses dan ketekunan lebih penting daripada hasil semata.

>>> Sakamoto Days Season 2 Tayang Januari 2027 di Netflix, Ini yang Perlu Diketahui

5. Hindari Membandingkan dengan Orang Lain

Pujian seperti "Kamu lebih pintar dari teman-temanmu" bisa menumbuhkan sikap kompetitif tidak sehat atau rasa unggul berlebihan. Arahkan pujian pada perkembangan diri anak sendiri.