Dalam banyak cerita tentang perusahaan yang berhasil bertahan lama, perhatian sering tertuju pada strategi, inovasi, atau keputusan bisnis yang tepat.

Namun menurut Shieny Aprilia, CEO Agate, tantangan terbesar justru datang dari dalam: bagaimana sekelompok orang dengan karakter dan ambisi berbeda bisa terus berjalan bersama selama bertahun-tahun.

in1

>>> Cara Cek Bansos Kemensos dengan NIK KTP Tanpa ke Kantor Desa

Ketika masih muda, keyakinan kuat terhadap ide sendiri menjadi modal penting untuk memulai sesuatu. Tanpa keberanian dan optimisme, mungkin tidak banyak yang bersedia mengambil risiko membangun dari nol.

Namun seiring waktu, kualitas yang membantu memulai perjalanan tidak selalu sama dengan yang dibutuhkan untuk mempertahankannya. Memulai butuh keberanian, menjalankan butuh kedewasaan.

Perbedaan Bukan Masalah, Ketidakmampuan Mengelolanya yang Jadi Masalah

Dalam sebuah tim, perbedaan pandangan, prioritas, gaya komunikasi, dan cara mengambil keputusan tidak terhindarkan. Semakin banyak orang berbakat, semakin banyak perspektif yang muncul.

Di satu sisi itu kekuatan, di sisi lain bisa menjadi sumber konflik jika tidak dikelola baik.

Dulu saya pikir tim kuat adalah yang memiliki kesamaan cara berpikir, kini saya percaya sebaliknya.

Tim yang kuat bukan yang selalu sepakat, melainkan yang mampu tetap bergerak meski tidak selalu sepakat. Asalkan didasari tujuan dan nilai yang sejalan, perbedaan bukan masalah.

Banyak organisasi gagal bukan karena kekurangan talenta, tetapi karena setiap orang terlalu sibuk mempertahankan sudut pandang dan kepentingan sendiri.

Energi habis untuk membuktikan siapa yang paling benar.

Organisasi mulai bertumbuh ketika anggotanya berhenti bertanya "Apa yang saya inginkan?" dan mulai bertanya "Apa yang terbaik untuk tujuan bersama?"

Kepercayaan Dibangun di Masa Sulit