Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial PKH dan BPNT pada tahun 2026. Masyarakat dapat mengecek status penerima secara mandiri melalui layanan online resmi.

Langkah pengecekan dilakukan melalui situs cekbansos. kemensos.

in1

>>> Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik Piala Dunia 2026: Kroasia dan Belgia Waspada

go. id.

Pengguna hanya perlu memasukkan NIK sesuai KTP dan kode captcha, lalu klik "Cari Data".

Sistem akan menampilkan status penerima, jenis bantuan, dan informasi penyaluran secara otomatis. Proses ini penting untuk memastikan data penerima tetap akurat.

DTSEN Jadi Acuan Penyaluran Bansos 2026

Penyaluran bansos tahun ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar. Data ini mencakup kondisi ekonomi, kesejahteraan, pekerjaan, dan kependudukan.

DTSEN diperbarui secara berkala sehingga status penerima dapat berubah sesuai hasil verifikasi lapangan. Masyarakat disarankan rutin mengecek statusnya.

>>> Pasokan Batu Bara PLN Tersendat Sejak Lama, Risiko Pemadaman Sudah Terdeteksi

Penyaluran PKH dan BPNT dilakukan melalui Bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Mekanisme ini memastikan seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan.

Bantuan PKH 2026 mencakup ibu hamil/nifas Rp750.000, anak usia dini Rp750.000, siswa SD Rp225.000, SMP Rp375.000, SMA Rp500.000, lansia Rp600.000, disabilitas berat Rp600.000, dan korban HAM berat Rp2.700.000.

Bantuan disalurkan secara bertahap sepanjang tahun.

Sementara itu, BPNT memberikan Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 per tiga bulan dalam bentuk saldo elektronik untuk kebutuhan pangan.

>>> Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Penguatan UMKM dan Kesejahteraan

Dengan mengecek bansos secara rutin, masyarakat dapat mengetahui status kepesertaan terbaru, jadwal penyaluran, dan perubahan data. Hal ini membantu mengurangi kesalahan data dalam program bansos.