Belanja online sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Cukup scroll media sosial atau marketplace, produk bisa dibeli dalam hitungan detik.

Namun, masih banyak penjual yang tidak mencantumkan harga di postingan. Mereka meminta calon pembeli untuk 'cek DM' terlebih dahulu.

in1

>>> Pemkot Solo Pasang Baliho Lowongan Kerja Interaktif, Bisa Scan QR

Praktik ini sering ditemui di Instagram dan Facebook. Bagi calon pembeli, langkah tambahan ini terasa merepotkan.

Alih-alih memudahkan, proses 'cek DM' justru membuat calon pembeli enggan melanjutkan transaksi. Mereka lebih memilih toko yang transparan.

Transparansi Harga dan Dampaknya ke Kepercayaan Pembeli

Dari sisi penjual, 'cek DM' mungkin dianggap strategi membuka percakapan atau menghindari perbandingan harga di kolom komentar.

Namun bagi pembeli, harga adalah informasi dasar yang penting. Ketika disembunyikan, rasa percaya bisa berkurang meski produk menarik.

>>> Pemerintah Pastikan Bunga KUR UMKM Tetap Murah, Tak Terpengaruh Kenaikan BI Rate

Di Era Serba Cepat, 'Cek DM' Sudah Tidak Relevan

Banyak online shop menyediakan fitur checkout cepat dan pembayaran instan. Namun, masih ada yang meminta DM hanya untuk tahu harga.

DM seharusnya digunakan untuk tahap lanjutan, seperti detail pesanan atau alamat pengiriman. Harga sebaiknya langsung terlihat sejak awal.

Semakin mudah informasi diakses, semakin besar kemungkinan pembeli tertarik. Sebaliknya, langkah tambahan membuat calon pembeli kabur.

>>> Taufik Hidayat Ditangkap di Majalaya, Korban Penyekapan di Bandung Mulai Pulih

Budaya 'cek DM' dinilai tidak relevan di era digital. Keterbukaan justru menjadi nilai lebih yang meningkatkan kepercayaan.