Koalisi Sipil Kritik Larangan Penggunaan Jalan, BPJN Aceh Buka Suara
Koalisi masyarakat sipil Aceh mengkritik keputusan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang menghentikan penggunaan jalan di Kawasan Enang-enang, jalur nasional Bireuen-Takengon, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Jalan tersebut sebelumnya diperbaiki secara swadaya oleh warga setelah rusak akibat bencana. Jalan itu merupakan akses vital penghubung lintas wilayah tengah Aceh.
>>> Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar 29 Juni
Narahubung Koalisi Masyarakat Sipil Aceh, Alfian, menilai langkah BPJN sebagai bentuk kesewenang-wenangan negara di tengah lambannya penanganan dampak bencana ekologis di Aceh.
"Langkah BPJN tersebut merupakan bentuk kesewenang-wenangan pengurus negara.
Alasan yang disampaikan juga menunjukkan kegagalan pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ekologis di Aceh," kata Alfian, Rabu (24/6).
Menurutnya, inisiatif masyarakat yang membuka kembali akses jalan setelah jembatan Enang-enang terputus akibat bencana sejak akhir November 2025 seharusnya didukung.
Upaya gotong royong warga sempat berhasil memulihkan akses transportasi yang selama berbulan-bulan menghambat aktivitas dan perekonomian setempat.
"Selama kurang lebih tujuh bulan masyarakat mengalami kesulitan akibat putusnya akses jalan.
Melalui kekompakan dan swadaya, mereka mampu membuka kembali jalur yang sangat bermanfaat bagi aktivitas sehari-hari dan roda ekonomi masyarakat," ujarnya.
Alfian menilai kehadiran pemerintah di lokasi bukan untuk memberikan solusi atau kepastian terkait perbaikan infrastruktur, melainkan sebagai respons atas kritik publik terhadap lambannya penanganan kerusakan jalan dan jembatan.
Publik, kata dia, berhak mempertanyakan keberadaan pemerintah selama berbulan-bulan ketika akses utama masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, hingga pusat ekonomi terputus.
"Jalan Enang-enang sudah putus sejak akhir November 2025. Pertanyaannya, di mana pemerintah pusat dan daerah selama tujuh bulan terakhir?
Update Terbaru
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
Rabu / 24-06-2026, 13:50 WIB
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Berlakukan Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 24-06-2026, 13:49 WIB
Galaxy Watch Digunakan untuk Mempercepat Studi Medis dan Uji Klinis
Rabu / 24-06-2026, 13:49 WIB
Bali Kehilangan Status Pulau Terindah Asia-Pasifik, Ini Penggantinya
Rabu / 24-06-2026, 13:49 WIB
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda ke 1 Juli, JPU Tak Hadir
Rabu / 24-06-2026, 13:49 WIB
Mistral OCR 4 Hadir dengan Ekstraksi Dokumen Terstruktur dan Dukungan 170 Bahasa
Rabu / 24-06-2026, 13:49 WIB
Sensor LYTIA 610 Sony Tingkatkan Ketajaman Kamera Telefoto
Rabu / 24-06-2026, 13:49 WIB
Honor X80 Pro Max Bawa Baterai 11.000 mAh, Ini Spesifikasi dan Estimasi Harganya di Indonesia
Rabu / 24-06-2026, 13:46 WIB
Rekomendasi Motorola Terbaik di Bawah $400 Tahun 2026
Rabu / 24-06-2026, 13:46 WIB
ATSI Minta Biaya Biometrik Wajah SIM Card Rp3 Ribu Digratiskan
Rabu / 24-06-2026, 13:45 WIB
Realme P4x 4G Resmi Meluncur, Baterai 8.000 mAh Harga Rp3 Jutaan
Rabu / 24-06-2026, 13:45 WIB
TOP 45 Acara TV dengan Rating Terbaik Hari Ini 25 Juni 2026 ada Arisan Kembali Dibalap Lautan Cinta
Rabu / 24-06-2026, 13:44 WIB
PB IPSI Apresiasi Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026
Rabu / 24-06-2026, 13:43 WIB
Truk Terguling di Flyover Tomang Jakbar, Muatan Besi Tumpah ke Jalanan
Rabu / 24-06-2026, 13:42 WIB






