Hotman Paris Ajak Prabowo dan Prajogo Pangestu Sumbang Biaya Pengobatan Korban Penyekapan YTR
Pengacara Hotman Paris mengajak sejumlah tokoh, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan konglomerat Prajogo Pangestu, untuk ikut menyumbang biaya pengobatan korban penyekapan YTR.
YTR menjadi korban penyekapan dan penyiksaan selama tiga tahun oleh kekasihnya, Taufik Hidayat. Kondisinya kini kritis dan membutuhkan biaya perawatan besar.
>>> Tiga Gol Dianulir, Kolombia Taklukkan RD Kongo di Piala Dunia 2026
Hotman mengaku telah melihat langsung kondisi korban melalui sambungan video dari tim pengacaranya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Ia menyebut kondisi korban sangat menyedihkan.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak yang pernah menjadi kliennya untuk menyumbangkan uang bagi biaya pengobatan atau diberikan kepada keluarga korban.
"Saya sarankan kepada semua klien saya, konglo-konglo, dan juga masyarakat Indonesia untuk menyumbang uang karena keluarga dari si korban ini juga keluarga yang sangat sederhana," ujar Hotman dalam akun Instagramnya.
Hotman menyebut sejumlah nama kliennya, seperti Tahir (pemilik grup Mayapada), Prajogo Pangestu, Tomy Winata, Peter Sondakh, dan Franky Widjaja.
Ia meminta mereka menyisihkan Rp500 juta untuk korban.
>>> Remake Terbaru The Blair Witch Project Bakal Tayang 2027
Ia juga meminta Presiden Prabowo dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo, melakukan hal yang sama. Selain itu, Hotman menyinggung anggota DPR dan DPRD untuk menyisihkan Rp5 juta dari gaji mereka.
"Mantan klien saya Prabowo Subianto kirim 500 juta, adiknya Hashim kirim 500 juta. Siapa lagi?
Para anggota DPR, inilah saatnya kesempatan bagi kamu menyumbangkan," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh biaya pengobatan YTR ditanggung pemerintah. Korban kini dirawat intensif di RS Hasan Sadikin Bandung.
Budi menyebut korban juga akan menjalani rekonstruksi wajah untuk pemulihan akibat kekerasan yang dilakukan Taufik Hidayat. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Kementerian PPPA dan pemerintah daerah untuk penanganan menyeluruh.
Pemulihan korban tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga psikologis dan ekonomi.
>>> Penyebab Benjolan di Ketiak, Kapan Harus Waspada?
"Untuk masalah ekonominya itu ditangani oleh pemerintah daerah, untuk masalah sosialnya itu ditangani oleh Kementerian PPA dan kita bertiga sudah berkoordinasi," jelas Budi.
Update Terbaru
Mantan Member NCT Mark Minta Maaf Pakai Kaos Bendera Konfederasi
Rabu / 24-06-2026, 12:54 WIB
DJ Alok Tampil di Paradise City Incheon pada 4 Juli
Rabu / 24-06-2026, 12:50 WIB
7 Laptop Baterai Paling Awet untuk Produktivitas Saat Mati Listrik
Rabu / 24-06-2026, 12:50 WIB
3 HP Vivo Rp1 Jutaan Terbaik untuk Multitasking Stabil
Rabu / 24-06-2026, 12:49 WIB
Bocoran Terbaru Tampilkan Desain Galaxy Watch Ultra 2 Paling Jelas
Rabu / 24-06-2026, 12:49 WIB
BGN Perbarui Prioritas Penerima MBG, Fokus pada 4 Kelompok
Rabu / 24-06-2026, 12:49 WIB
Anthropic Luncurkan Claude Tag di Slack dengan Memori Bersama dan AI Proaktif
Rabu / 24-06-2026, 12:49 WIB
Oppo Find X10 Ultra Dikabarkan Punya Sensor 10x Periskop Lebih Besar
Rabu / 24-06-2026, 12:49 WIB
Rendering Galaxy Watch 9 Bocor, Tampilkan Desain dan Pilihan Warna
Rabu / 24-06-2026, 12:46 WIB
Bayar Pajak Kendaraan Sekarang Bisa Dicicil, Begini Caranya
Rabu / 24-06-2026, 12:45 WIB
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tampilan Baru Harga Mulai Rp28 Jutaan
Rabu / 24-06-2026, 12:45 WIB
Motorola Signature 2026 Tawarkan Desain Premium dan Update Sistem Hingga 7 Tahun
Rabu / 24-06-2026, 12:42 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 25 - 28 Juni 2026
Rabu / 24-06-2026, 12:39 WIB
Taufik Hidayat Akui Sempat Berpindah Kota dan Konsumsi Alkohol Saat Buron Kasus Penganiayaan di Bandung
Rabu / 24-06-2026, 12:39 WIB






