Benjolan di ketiak sering kali membuat cemas, terutama jika muncul tiba-tiba atau terasa nyeri. Meski tidak selalu serius, kemunculannya tetap perlu diperhatikan.

Area ketiak memiliki banyak kelenjar getah bening, folikel rambut, dan kelenjar keringat yang bisa menjadi sumber benjolan.

in1

>>> Cek PKH Juni 2026: Cara Mudah Cek Status Penerima Bansos PKH Terbaru

Dalam banyak kasus, benjolan bisa hilang sendiri, tetapi ada kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis.

Penyebab Umum Benjolan di Ketiak

Penyebab paling umum adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Menurut Cleveland Clinic, kelenjar getah bening membesar saat tubuh melawan infeksi virus, bakteri, atau peradangan.

Benjolan juga bisa muncul akibat infeksi folikel rambut atau folikulitis. Kondisi ini sering terjadi setelah mencukur bulu ketiak dan biasanya disertai kemerahan atau nyeri.

Kista juga menjadi penyebab, terbentuk ketika cairan atau sel kulit mati terperangkap di bawah kulit. Kista umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa membesar atau meradang.

Lipoma, benjolan dari jaringan lemak, juga bisa muncul. Lipoma terasa lunak dan bisa digerakkan, serta umumnya bersifat jinak.

>>> Klasemen Grup K Piala Dunia 2026: Kolombia Puncaki, Portugal Terancam

Kapan Harus Waspada?

Sebagian besar benjolan tidak berbahaya dan bisa mengecil sendiri. Namun, waspadai jika benjolan terus membesar, terasa keras, tidak bisa digerakkan, atau tidak hilang setelah beberapa minggu.

Menurut Healthline, pembengkakan kelenjar getah bening yang lama juga bisa terkait penyakit autoimun atau gangguan sistem limfatik.

Segera periksa ke dokter jika benjolan disertai demam berkepanjangan, keringat malam, kelelahan tak biasa, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Cara Dokter Mendiagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan. Ukuran, tekstur, dan nyeri benjolan dievaluasi.

Jika perlu, tes darah untuk mendeteksi infeksi atau peradangan bisa dilakukan. Pemeriksaan pencitraan seperti USG atau mammografi juga mungkin direkomendasikan.

>>> Bursa Korsel Anjlok 10 Persen, Saham Samsung dan SK Hynix Rontok

Bila penyebab belum pasti, dokter bisa menyarankan biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.